• Login
Bacaini.id
Saturday, April 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah Ringkas Padi Diolah Jadi Beras: Dari China Menyebar ke Dunia

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
20 November 2024 12:22
Durasi baca: 2 menit
Sejarah Ringkas Padi Diolah Jadi Beras: Dari China Menyebar ke Dunia. (foto/wikipedia)

Sejarah Ringkas Padi Diolah Jadi Beras: Dari China Menyebar ke Dunia. (foto/wikipedia)

Bacaini.ID, KEDIRI – Para sejarawan mempercayai padi sudah ditanam sejak 5000 tahun sebelum Masehi.

Kendati demikian mereka belum bisa memastikan kapan manusia pertama kali memanfaatkan padi sebagai sumber makanan dan mulai membudidayakannya.

Dalam sebuah penggalian di India, para arkeolog menemukan beras yang diperkirakan berasal dari tahun 4530 SM. Namun catatan soal seluk beluk padi datang dari Tiongkok pada tahun 2800 SM.

Dikutip dari The Rice Association, catatan sejarah tersebut menyebut Kaisar Tiongkok, Shen Nung, mengadakan upacara tahunan sebagai penghormatan pada tanaman padi.

Kaisar dalam upacara melakukan penyebaran benih padi pertama, yang itu berlangsung pada awal musim tanam.

Berdasarkan bukti arkeologi dan linguistik, padi jenis Oryza sativa pertama kali dibudidayakan di lembah Sungai Yangtze, China, 9000 tahun yang lalu.

Budidaya, migrasi dan perdagangan membuat beras sebagai bahan makanan menyebar antar benua. Sampai kemudian beras menjadi bahan makanan pokok lebih dari separuh populasi penduduk dunia.

Semua jenis padi Asia diketahui berasal dari pengembangan jenis padi liar asal China, Oryza rufipogon.

Sementara itu Afrika memiliki sejarah budidaya padinya sendiri, dengan jenis padi lokal, Oryza glaberrima yang dikenal sebagai beras Afrika sejak 3000 tahun lalu. 

Sejarah Budidaya Padi di Indonesia

Dikutip dari Now Jakarta, budidaya padi di Indonesia sudah ada sejak 3.500 tahun yang lalu, dengan bukti masyarakat menanam padi di pedalaman Pulau Sulawesi, Ulu Leang.

Kala itu warga menanam padi dengan metode tradisional.
Pada masa Kerajaan Majapahit akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-16, penanaman padi mulai berlaku lebih teratur.

Pemerintahan Majapahit menerapkan teknik pertanian yang maju, termasuk menciptakan metode sawah bertingkat, serta penggunaan sistem irigasi.

Jejak sejarah tanaman padi terpahat di relief candi Borobudur yang mem-visualkan tanaman padi tengah mendapat serangan hama tikus.

Pada masa kolonial Belanda, varietas padi baru dengan sistem kepemilikan lahan mulai dikembangkan.

Kemudian pasca kemerdekaan, pemerintah Indonesia menerapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan produksi beras guna menjamin ketahanan pangan populasi penduduk yang terus bertambah.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: chinapadi diolah jadi berassejarah berassejarah padi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Massa mahasiswa demo di DPRD Tulungagung menuntut pengusutan kasus OTT KPK

Golkar Klaim Sudah Ingatkan Gatut Sunu Sebelum OTT KPK di Tulungagung

Peta Selat Malaka yang menunjukkan jalur pelayaran strategis dunia, menghubungkan perdagangan internasional dan menjadi sorotan rivalitas Amerika Serikat dan China

Selat Malaka Memanas, Warisan Kerajaan Sriwijaya yang Jadi Arena Rivalitas AS–China

Jet tempur F-15K Korea Selatan terbang dalam formasi latihan di langit Daegu

AU Korea Selatan Minta Maaf atas Insiden Tabrakan Dua Jet F-15K saat Latihan di Daegu

  • Jembatan Cangar Batu Mojokerto lokasi bunuh diri dan fenomena Werther Effect

    Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Larung Sembonyo Trenggalek 2026: Ribuan Warga Ikuti Ritual Syukur Nelayan Prigi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In