• Login
Bacaini.id
Thursday, May 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah Martabak Telur dan Manis Nyawiji dalam Satu Gerobak

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
10 August 2025 12:14
Durasi baca: 2 menit
martabak telur dan manis dijajakan satu gerobak di Blitar

Martabak telur dan manis nyawiji atau bersatu dalam satu gerobak jualan (foto ilustrasi/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI – Martabak telur dan martabak manis. Dua jenis kudapan berbeda genre ini hampir pasti bisa ditemukan dalam satu gerobak penjual martabak.

Martabak telur juga biasa disebut sebagai martabak asin. Makanan ini dalam sejarahnya dibawa oleh imigran India.

Sementara martabak manis atau terang bulan adalah makanan asli Tiongkok. Bagaimana dua martabak beda genre bisa nyawiji (Bersatu) dalam satu gerobak?

Sejarah Martabak Telur

Berawal dari seorang pemuda dari Lebaksiu, Tegal, Jawa tengah yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkelana ke kota besar, yaitu Semarang untuk berdagang pada tahun 1930.

Ahmad kemudian bertemu seorang warga India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary yang pandai memasak dan menjadi sahabat.

Persahabatan mereka semakin erat setelah Abdullah menikahi saudara perempuan Ahmad.

Abdullah yang punya keahlian memasak menciptakan jenis masakan khas daerahnya, martabak, yang sudah disesuaikan dengan lidah lokal.

Akhirnya martabak telur atau asin ini berkembang menjadi kudapan favorit masyarakat setempat setelah Ahmad dan istrinya memroduksi untuk dijual.

Sejarah Martabak Manis

Dikenal juga sebagai ‘terang bulan’, merupakan kudapan yang awalnya berkembang di Bangka Belitung.

Diciptakan oleh warga keturunan Tionghoa dari suku Hakka atau Khek. Nama aslinya adalah Hok Lo Pan, yang berarti ‘kue orang Hok Lo’. 

Ada juga versi lain yang mengartikannya sebagai ‘kue hoki’, keberuntungan.

Perkembangan martabak manis tidak lepas dari peran perantau Bangka, seperti Hioe Kui Sem, yang memperkenalkan martabak manis ke Bandung pada tahun 1950-an.

Sejarah ‘Bersatunya’ Martabak

Dua jenis kudapan tersebut awalnya memiliki penjualnya sendiri. Di Pulau Jawa, martabak telur lebih dulu berkembang.

Hingga di tahun 1950-an ketika martabak manis atau terang bulan mulai mendapatkan kepopulerannya di tangan Hioe Kui Sem.

Hioe Kui Sem yang berjualan di Pasar Malam Jalan Cikapundung Barat, lapaknya bersebelahan dengan lapak martabak telur yang telah lebih dulu hadir dan laris.

Kedua pedagang ini akhirnya merger untuk memudahkan pemasarannya.

Keduanya, bersepakat menamai dagangan mereka Martabak (versi) Asin dan lainnya Martabak (versi) Manis.

Hasilnya, bisa ditemui hingga kini. Penjual martabak selalu menghadirkan dua versi martabak di lapak mereka. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: martabakmartabak-telurnyawijiSEJARAHsejarah martabakterang bulan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi cara menyimpan daging kurban di freezer menggunakan plastik zip lock agar tetap awet dan higienis

5 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Awet 6 Bulan, Jangan Dicuci Sebelum Masuk Freezer

Petugas dan warga berada di lokasi ledakan petasan balon udara di Dusun Tekik Gandusari Blitar

Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar Tewaskan 1 Warga dan Lukai 2 Anak

Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In