Bacaini.id, KEDIRI – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan pesan kepada calon duta wisata Inu Kirana Kabupaten Kediri. Mereka diharuskan untuk mengenal baik destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kediri sebelum mempromosikannya kepada publik.
Mas Dhito mengatakan, paska bandara di Kediri jadi dan beroperasi, duta wisata Kabupaten Kediri akan memiliki tanggung jawab besar supaya orang tertarik untuk berwisata ke Bumi Panjalu.
“Duta wisata ini nanti akan paling sibuk begitu memasuki bulan Oktober 2023, karena saat itu bandara akan mulai beroperasi,” kata Mas Dhito, Sabtu malam, 9 Juli 2022.
Hal itu disampaikan Mas Dhito saat mendampingi Eriani Annisa Hanindhito, istrinya, saat menghadiri acara seleksi dan pemilihan finalis 10 besar Inu Kirana di Convention Hall SLG.
Menurut Mas Dhito, beroperasinya Dhoho International Airport Kediri dinilai menjadi tantangan baru. Adanya bandara akan memiliki multi player effect, satu diantaranya terhadap sektor pariwisata dengan banyaknya orang dari luar daerah yang akan lebih mudah datang ke Kediri.
“Maka kalau nanti pariwisata kita tidak maju, setelah Pak Wig (panggilan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) yang saya panggil pertama, duta wisata yang akan saya panggil, apa konsep kalian terhadap pariwisata Kabupaten Kediri,” ungkapnya.
Mengingat pentingnya peran duta wisata itu, lanjut Mas Dhito, selain talenta yang dimiliki, seorang duta wisata juga harus memiliki konsep untuk memajukan pariwisata Kabupaten Kediri. Termasuk bagaimana menyampaikan potensi pariwisata yang ada kepada publik.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kediri juga menegaskan pentingnya duta wisata untuk memperhatikan public speaking. Karena dengan komunikasi yang baik, orang akan lebih mudah memahami dan diharapkan bisa lebih tertarik untuk datang.
“Jadi kalau berbicara ada intonasinya, public speaking diatur, artinya bagaimana berbicara yang lain itu bisa mengena,” pungkasnya.
Untuk diketahui dalam proses seleksi yang diadakan, malam itu, Sabtu, 9 Juli 2022 didapatkan 10 besar finalis Inu Kirana. Mereka adalah Aidha Fathiyya, Abelya Puteri Wedha Sari, Sevy Puspita Sari, Alivia Chairani, Adinda Calista Harahap. Kemudian, Lidya Elysabet, Resi Nur Aysyah Suwari, Johanandha Desika S, Adinda Rohadatul Ais, dan Putri Refina.(ADV)