Bacaini.id, TRENGGALEK – Membangun daerah tidak selalu harus dimulai dari proyek besar dan pembangunan fisik. Potensi seni, budaya, pariwisata, hingga kreativitas anak muda juga bisa menjadi jalan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Semangat inilah yang ingin didorong anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Novita Hardini, melalui aktivasi desa kreatif di Kabupaten Trenggalek. Ia menghadirkan mitra kerja dari Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat potensi lokal sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif mengembangkan usahanya.
Kegiatan aktivasi desa kreatif tersebut dibuka di Jajar Gumregah, Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Dalam kegiatan itu, pelaku ekonomi kreatif mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan potensi desa wisata melalui pendekatan kreatif.
Novita mengatakan, daerah perlu menemukan cara baru untuk menggerakkan perekonomian agar masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang.
“Kita harus menemukan rumus baru perekonomian. Salah satunya adalah dengan pendekatan-pendekatan yang kreatif, apa pun itu bidangnya,” ujarnya.
Menurut pendiri UPRINTIS Indonesia tersebut, kreativitas penting diterapkan di berbagai sektor. Tanpa pendekatan yang tepat, masyarakat berisiko kehilangan kesempatan untuk memperoleh manfaat ekonomi dari potensi yang dimiliki daerahnya sendiri.
Novita menyebut Trenggalek telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (KaTa Kreatif) pada subsektor seni pertunjukan. Capaian tersebut, menurutnya, perlu menjadi pijakan untuk memperluas pengembangan ekonomi kreatif hingga ke tingkat desa.
Ia menargetkan 157 desa di Trenggalek dapat mengaktifkan potensi kreatif masing-masing.
Selain seni pertunjukan, pengembangan juga diarahkan pada seni musik, seni peran, hingga gaming yang dinilai memiliki peluang ekonomi bagi generasi muda.
“Gaming, seni peran, seni musik, ini lahir di setiap desa-desa yang ada di Kabupaten Trenggalek,” katanya.
Novita menilai gaming tidak semata-mata menjadi tantangan bagi orang tua dalam mendampingi anak, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan apabila dibina secara tepat.
Selain pelatihan ekonomi kreatif, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap infrastruktur desa melalui pemasangan lampu penerangan jalan.
Novita turut menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan memperkuat sektor pariwisata dan UMKM.
Ke depan, ia ingin menyerap aspirasi pelaku UMKM, terutama terkait akses permodalan, melalui perannya di DPR RI.
Melalui pengembangan desa kreatif, potensi lokal diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan budaya, tetapi mampu membuka peluang usaha, menciptakan pendapatan, dan memperkuat perekonomian masyarakat Trenggalek.(abi/adv)




