• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Rekam Jejak Kediri yang Pernah Menjadi Basis Suara Terbesar PKI

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
28 September 2023 11:13
Durasi baca: 3 menit
pki ucapkan selamat natal

PKI juga mengucapkan selamat Natal(foto/ilustrasi)

Bacaini.id, KEDIRI – Partai Komunis Indonesia (PKI) di wilayah Karesidenan Kediri dalam sejarahnya pernah memiliki konstituen terbesar. Hal itu yang membuat suhu politik di Kediri jelang peristiwa G30S PKI atau Gerakan 30 September 1965, terus memanas.

Pada Pemilu 1955 perolehan suara PKI di Kediri berhasil mengungguli suara yang diraup PNI, NU, Masyumi dan PSI (Partai Sosialis Indonesia).

Dilansir dari catatan peneliti asing Herbert Feith dalam Pemilihan Umum 1955 di Indonesia (1999), perolehan suara PKI di wilayah Karesidenan Kediri mencapai 457.000 suara.

Tepat di bawah PKI, PNI meraup dukungan sebanyak 455.000 suara dan NU sebanyak 366.000 suara. Sedangkan Masyumi menduduki urutan ke empat dengan perolehan 155.000 suara.  

Keberhasilan PKI merebut hati rakyat, khususnya di wilayah Kediri tidak lepas dari branding semboyan partai yang didengungkan jurkam partai selama berlangsungnya kampanye Pemilu 1955.

Kepada rival-rival politiknya, PKI melakukan muslihat politik pengkotak-kotakan. PKI menyebut PNI sebagai partai priyayi, yakni karena sebagian besar konstituen PNI adalah para pegawai birokrat.

Kemudian melabeli NU dan Masyumi sebagai partai santri, yaitu dengan dalih banyak tokoh-tokohnya yang berlatar belakang ulama, kiai pengasuh pondok pesantren, terutama NU.

Sementara PKI menyebut diri sebagai partai rakyat. “PNI partai priyayi, Masyumi dan NU partai santri, tetapi PKI partai rakyat,” demikian dikutip dari buku Pemilihan Umum 1955 di Indonesia.

Dengan perolehan suara pemilu yang terbesar, PKI di Kediri lebih leluasa sekaligus lebih berani melakukan manuver politik, yakni terutama dalam melaksanakan kebijakan politik landreform.

Jelang peristiwa G30S PKI, aksi sepihak merebut tanah oleh orang-orang BTI dan Pemuda Rakyat di Kediri terjadi di mana-mana. Suhu politik di Kediri pun sontak meninggi.

Gesekan antara massa PKI dengan massa Ansor NU Kediri, tidak terelakkan. Sebab tidak sedikit tanah yang diklaim sepihak oleh orang-orang PKI merupakan tanah milik para kiai. Banyak tanah di Kediri milik pengurus NU, PNI dan Masyumi.

Dilansir dari buku Benturan NU-PKI 1948-1965 (2013), besarnya nyali orang-orang BTI dan Pemuda Rakyat melancarkan aksi sepihak dipengaruhi adanya tokoh PKI yang berada di kementerian.

“Semangat PKI BTI dalam melakukan landreform ini semakin berkobar setelah salah seorang pimpinan PKI yaitu Njoto diangkat sebagai Menteri Urusan Landreform”.

Pertarungan terbuka antara orang-orang PKI dengan Ansor NU Kediri jelang peristiwa G30S PKI, didengar oleh pemerintah pusat. Perlawanan orang-orang Ansor NU terhadap aksi sepihak orang-orang PKI di Kediri dilaporkan DN Aidit ke Presiden Soekarno.

Ansor NU Kediri dituding Aidit telah menghalangi pelaksanaan program pusat (landreform). Di hadapan Bung Karno yang menanyakan persoalan di Kediri, Ketua PBNU KH Idham Chalid menjelaskan semuanya.

Sebagai pimpinan NU, ia memperlihatkan sikap tegasnya. Sampai kapan pun Ansor NU bersama rakyat akan mempertahankan haknya yang coba direbut orang-orang PKI. Kiai Idham Chalid juga menegaskan tidak akan menghalangi langkah Ansor NU Kediri.

“Kalau Ansor ditampar oleh BTI maka haram hukumnya bagi saya untuk melarang membalasnya,” tegas Kiai Idham Chalid.

Demikian situasi politik di Kediri menjelang meletusnya peristiwa G30S PKI. Yakni sebuah wilayah eks karesidenan di Jawa Timur yang pada Pemilu 1955 pernah menjadi kantong suara terbesar PKI. Pada 12 Maret 1966, PKI resmi dibubarkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Ansor NUbung karnoDN AiditG30S/PKIlandreformPBNUPKIPresiden Soekarnorekam jejak
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In