• Login
Bacaini.id
Monday, April 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Cicipi Kelezatan Rawon Bu Lisa di Kota Blitar, Resep Legendaris Warisan Wak Seneng

Rawon Bu Lisa di Kota Blitar ini bikin nagih, resep rahasia warisan Wak Seneng jadi kunci kelezatannya

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
1 April 2026 01:45
Durasi baca: 4 menit
Rawon Bu Lisa khas Kota Blitar dengan kuah hitam pekat

Rawon Bu Lisa di Kota Blitar dikenal dengan cita rasa yang pas dan khas (foto/Bacaini.id)

Bacaini.ID, BLITAR – Rawonnya enak. Kuahnya tidak kemanisan seperti umumnya rawon di Mataraman. Juga tidak terlalu asin layaknya kuliner di kawasan Arekan. Pokoknya pas di lidah.

Sambil menghitung kembalian pembayaran, perempuan berwajah oriental berusia kisaran 60 tahun itu tersenyum. Kepalanya mengangguk pelan, merespon pujian.

“Terima kasih sudah berkunjung,” tuturnya kalem sembari mengulurkan uang kembalian kepada Bacaini.id Selasa (31/3/2026).

Baca Juga:

  • Tak Lagi di Pasar Legi, Kampiun Baru Kuliner Seafood Blitar Bernama Mboro

Berlokasi di pojokan jalan Wilis Kota Blitar, warung makan rawon itu memakai brand dagang Bu Lisa. Brand yang mengadopsi nama pemiliknya, yakni perempuan berwajah oriental itu.

Bacaini.id setidaknya telah menjumpai 2 warung makan yang menggunakan brand dagang dengan nama pemiliknya sendiri. Satunya lagi di Kota Lumajang. Bernama warung makan Mbak Lies.

Kuliner yang dijual juga enak-enak. Bedanya varian menu yang dijajakan Mbak Lies lebih banyak. Bukan hanya rawon, soto, dan lalapan ayam, tapi juga gudeg dan lodho.

Sementara di warung makan Bu Lisa Kota Blitar, menu yang disajikan spesialis varian rawon. Mulai rawon iga, rawon buntut, rawon empal, rawon empal suwir hingga rawon daging.

Latar belakang keduanya ternyata juga serupa. Sama-sama pernah memiliki usaha salon kecantikan sebelum kemudian beralih ke bisnis kuliner.

Ada adagium di masyarakat yang berbunyi, perempuan yang menggeluti dunia salon kecantikan biasanya pintar meracik makanan. Masakannya selalu enak. Betulkah itu? Lisa tersenyum.

“Saya nggak tahu. Mungkin kebetulan saja. Kalau saya dari dulu memang gemar memasak. Dan kebetulan juga pernah punya usaha salon,” ungkapnya.

Baca Juga:

  • Ini Kuliner Khas Blitar Wajib Dicoba: Bisa Buat Oleh-oleh
  • Kebanyakan Kuliner di Blitar yang Ramai Karena Murah, Bukan Enak, Itu Tak Diragukan

Usaha salon itu berada di jalan Mastrip Kota Blitar. Namanya John Salon dan menjadi salah satu salon legendaris di Kota Blitar. Sayang, bisnis kecantikan yang dirintis sejak tahun 1978 itu tutup di tahun 2023.

Tidak dijelaskan alasan kenapa usaha yang berumur 45 tahun itu akhirnya tutup. Dari gesturnya Lisa sepertinya kurang berkenan cerita. Yang pasti sejak itu ia full menekuni bisnis kuliner.

Selain spesial rawon di jalan Wilis yang ditunggunya sendiri, ia juga memiliki lapak kuliner lalapan di depan toko grosir Samudera. “Namanya lalapan Cak Kholik. Silahkan dicicipi,” katanya.

Resep Legendaris Warisan Wak Seneng

Jeratlah laki-laki di lidahnya dengan makanan yang enak, maka dia akan betah di rumah. Begitulah power makanan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Lisa cerita, pada dasarnya memasak sudah jadi kegemarannya sejak muda. Hobi yang menurun dari orang tuanya, terutama ibu. Dalam kenangannya, sang ibu adalah perempuan yang berbakat.

Apalagi setelah mengenal Wak Seneng, warga Sukorejo Kota Blitar yang di zamannya terkenal sebagai ahli masak, bakat itu makin terbentuk. “Bisa dikatakan berguru kepada Wak Seneng,” kenangnya.

Yang diketahui Lisa, skill kulinari Wak Seneng diwarisi ibunya, termasuk buku resepnya. Buku resep makanan tulisan tangan yang kemudian jatuh ke tangannya. “Termasuk resep membuat rawon ini,” tambahnya.

Memiliki 3 anak, 2 cucu dan suami pensiunan pegawai Kantor Pos, Lisa mengaku mengelola usaha kulinernya sendirian. Setiap hari buka pagi dan tutup jam 6 sore. Mulai memasak hingga menyajikan makanan dilakukan seorang diri.

Sebelum membuka usaha kuliner rawon dan lalapan di Kota Blitar, ia mengaku sempat buka lapak makan di Medan, Sumatera Utara, yakni saat suaminya pindah tugas ke sana. Banyak lidah yang cocok dengan masakannya.

Selama 6 tahun dengan pelanggan kebanyakan para pegawai, usaha kuliner yang laris itu harus tutup karena suami pindah tugas lagi, dan terakhir kembali ke Kota Blitar sampai pensiun.

Ibarat berlayar, kapalnya kini telah melempar sauh. Warung makan Bu Lisa dan Lalapan Cak Kholik menjadi pelabuhan terakhirnya. “Semoga nanti anak-anak bisa melanjutkan,” harap Lisa.

Penulis: Solichan Arif
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: rawon bu lisa kota blitar
Via: rawon blitar
Tags: blitarbu lisakuliner Blitarrawon
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Penumpang kereta api padat di awal 2026

Daop 7 Madiun Catat 3 Juta Penumpang di Awal 2026, Kereta Jadi Solusi Tekan Emisi Karbon

Bunga blue poppy berwarna biru langit mekar di pegunungan Himalaya

Saking Indahnya Blue Poppy Sempat Dianggap Mitos, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

RA Kartini tokoh emansipasi perempuan Indonesia

Kritik Kartini terhadap Poligami: Suara Perempuan Jawa yang Mengguncang Zaman

  • Jatmiko Dwijo Saputro adik Gatut Sunu saat memberikan pernyataan terkait pemeriksaan KPK di Tulungagung

    Adik Gatut Sunu Akhirnya Angkat Bicara: Saya Jaga Jarak Sejak Awal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In