Bacaini.ID, TRENGGALEK – Puluhan sapi di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) di sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026.
Selama 40 hari ke depan yang dimulai hari ini, petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek menggencarkan vaksinasi PMK untuk sapi dan kambing.
“Mulai hari ini vaksin kita aplikasikan ke sapi dan kambing. Ada tujuh tim yang akan bekerja selama 40 hari ke depan, setiap Senin sampai Jumat,” ujar drh Ririn Hari Setiani, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek kepada wartawan Senin (2/2/2026).
Baca Juga: PMK Merebak di Blitar, 72 Sapi Terjangkit Januari 2026, Terbanyak di Nglegok
Vaksinasi pada sapi dan kambing dimulai di Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan. Karangan diketahui salah satu wilayah di Trenggalek dengan kasus PMK yang tinggi.
Kasus PMK tinggi lainnya ditemukan di wilayah Kecamatan Bendungan dan Dongko. Tingginya lalu lintas ternak disinyalir menjadi pemicu. “Juga penurunan daya tahan tubuh hewan akibat musim penghujan,” terang Ririn.
Selain vaksinasi, petugas juga melakukan pengobatan ternak sakit melalui pemberian disinfektan dan vitamin untuk meningkatkan imunitas.
Ririn mengatakan Trenggalek mendapat alokasi 12 ribu dosis vaksin PMK. Vaksin mulai diaplikasikan secara bertahap oleh tujuh tim vaksinator yang diterjunkan ke lapangan.
Vaksin menyasar ternak sapi dan kambing mulai usia dua bulan hingga dewasa. Disnakkan menargetkan seluruh stok vaksin yang tersedia dapat terserap pada Februari hingga Maret 2026.
Ririn juga menyebut pada akhir Maret, Trenggalek akan kembali menerima dropping vaksin PMK tahap kedua dari pemerintah provinsi. “Soal berapa dosisnya belum dapat dipastikan,” terangnya.
Ririn mengungkapkan sejumlah kendala di lapangan terkait pelaksanaan vaksinasi. Masih ada peternak yang menyatakan penolakan. Karenanya ia berharap kendala yang ada bisa segera teratasi.
“Harapan kami semua peternak mau, karena selama beberapa tahun vaksinasi masih saja ada penolakan,” katanya.
Sebagai informasi, kasus PMK pertama kali terdeteksi di Kabupaten Trenggalek pada Desember 2025, tepatnya di Desa Siki, Kecamatan Dongko. Tercatat 7 ekor sapi milik 5 peternak terjangkit PMK, dengan satu ekor pedhet (anak sapi) dilaporkan mati.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





