• Login
Bacaini.id
Saturday, May 9, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

PMK Merebak di Blitar, 72 Sapi Terjangkit Januari 2026, Terbanyak di Nglegok

Dinas Peternakan Blitar Ungkap Rendahnya Kesadaran Vaksin Booster Jadi Pemicu Naiknya Kasus PMK pada Sapi

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
21 January 2026 12:01
Durasi baca: 2 menit
Sapi terinfeksi PMK di Kecamatan Nglegok Blitar Januari 2026

Kasus PMK kembali merebak pada sapi di Kabupaten Blitar (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, BLITAR — Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Blitar Jawa Timur.

Sebanyak 72 ekor sapi terjangkit PMK di sepanjang Januari 2026 dengan kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Nglegok, Kesamben dan Talun.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menilai rendahnya kesadaran vaksin booster menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus penyakit ternak tersebut.

“Di kecamatan lain hanya 1-2 ekor sapi,” ujar drh Lusia Aditianingtyas, Kasi Keswan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dalam siaran langsung di sebuah stasiun radio Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: Virus PMK di Blitar Tewaskan Puluhan Sapi, Berikut Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Kesadaran peternak yang masih rendah

Informasi yang dihimpun, kasus PMK terdeteksi mulai naik pada bulan Desember 2025. Kata Lusia, Desember merupakan musim penghujan namun diselingi panas. Cuaca tak menentu dimungkinkan jadi penyebab.

Kemudian juga faktor rendahnya kesadaran peternak, utamanya terkait vaksinasi ternak. Menurut Lusia, masih banyak peternak sapi di Blitar yang menganggap vaksin sekali sudah cukup.

Padahal masih diperlukan vaksin booster secara rutin. Yang mestinya diberikan setiap 6 bulan. Terbukti sapi yang divaksin booster lebih tahan ketimbang yang tidak divaksin.

“Peternak kesadarannya kurang, tidak mau divaksin rutin,” terangnya.

Sementara itu kasus PMK pada sapi di Nglegok diketahui telah berdampak pada ternak kambing. Terutama yang berkandang di dekat sapi. Sejumlah kambing telah tertular.

Ternak yang terjangkit PMK memperlihatkan sejumlah gejala klinis. Di antaranya demam tinggi, keluar liur berlebihan yang berbusa atau ngiler, sariawan di mulut, dan luka pada kuku.

Akibatnya sapi hilang nafsu makan, terlihat lesu, gemetar dan kemudian berat badan turun. PMK pada anak sapi juga bisa mengakibatkan kematian mendadak.

Menurut Lusia, petugas telah datang ke lokasi melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan. Meminta para peternak melakukan isolasi pada ternak yang sakit.

Secara teknis, ternak yang sakit harus dipisahkan dari yang sehat. Lalu lintas ternak juga diimbau dibatasi, termasuk aktivitas memberi makan ternak harus betul-betul memperhatikan sterilisasi.

Kemudian juga meminta para peternak segera melakukan vaksin booster. Saat ini dari 72 kasus PMK yang ditemukan pada ternak sapi, 39 ekor sapi di antaranya telah pulih.

“Mengimbau peternak membatasi keluar masuk, lalu lintas ternak,” pungkasnya.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: pmk blitar
Via: kasus pmk sapi blitar
Tags: bacaini.idblitarpmkpmk blitar
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi penggemar nu metal mendengarkan musik keras untuk kesehatan mental dan katarsis emosi

Nu Metal dan Kesehatan Mental: Musik Katarsis Pereda Stres

Ilustrasi badut penjual balon. Foto: bacaini by AI/Copilot

Satuan, Kisah Nyata “Joker” dari Mojokerto

Ilustrasi mutasi dan rotasi pejabat utama Polri termasuk pergantian Dirreskrimum Polda Jatim tahun 2026

Mutasi Polri 2026, Dirreskrimum Polda Jatim Diganti Kombes Roy Hutton

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In