• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Petani Trenggalek Ungkapkan Syukur dengan Gelar Tradisi Lempar Kepala Kerbau

ditulis oleh Editor
7 June 2024 12:39
Durasi baca: 2 menit
Petani Trenggalek Ungkapkan Syukur dengan Gelar Tradisi Lempar Kepala Kerbau. Tampak Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin. (foto/ist)

Petani Trenggalek Ungkapkan Syukur dengan Gelar Tradisi Lempar Kepala Kerbau. Tampak Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin. (foto/ist)

Bacaini.id, TRENGGALEK – Sejumlah petani di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur menggelar upacara adat Nyadran atau larung sesaji yaitu tradisi melempar kepala Kerbau di Dam Bagong.

Tradisi yang digelar setiap tahun itu untuk mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal pendiri daerah Kelurahan Ngantru Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Menak Sopal diyakini yang pertama kali membangun Dam Bagong.

Upacara adat itu berlangsung setiap Jumat Kliwon Bulan Selo dalam penanggalan Jawa. Yang dilakukan para petani sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi lantaran adanya saluran irigasi Dam Bagong .

Dam Bagong diketahui mengaliri lebih dari 800 hektare sawah di wilayah Kabupaten Trenggalek. Folklore (cerita rakyat) yang berkembang, Menak Sopal mulai membangun Dam Bagong pada abad ke-16.

Atas jerih payahnya, pertanian di Trenggalek makmur dan terhindar dari ancaman bencana banjir. Tidak heran Menak Sopal mendapat julukan sebagai Pahlawan Pertanian Trenggalek.

Dalam ritual nyadran yang berlaku turun temurun, kerbau yang hendak disembelih lebih dulu diserahkan kepada Bupati Trenggalek, yakni Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin.

Bupati kemudian menyerahkan kembali ke warga. Kepala dan kaki kerbau yang  disembelih dilarung ke Dam Bagong dengan cara dilempar. Selalu ada warga yang menunggu di dalam air untuk memperebutkannya.

“Kegiatan ini menjadi hajat rutin sekaligus kebudayaan asli Kabupaten Trenggalek. Ini ungkapan syukur atas limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rezeki air kita tidak kering, sawah-sawah terairi, panenan lancar,” ujar Mas Ipin.

Acara ritual di Dam Bagong dimulai malam hari dengan membersihkan kerbau dan ziarah ke makam leluhur. Selanjutnya kerbau disembelih dan sebagian dagingnya di bagikan ke pada warga.

“Saya berharap kebudayaan seperti ini terus lestari di Kabupaten Trenggalek, hal ini dimaksudkan agar jasa perjuangan para leluhur bisa tetap dikenang oleh masyarakat Trenggalek dan juga membangun rasa kepedulian antar sesama dengan bersedekah,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupati trenggalekdam bagong trenggalekmas ipinritual Dam bagong
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

KPK tahan warga Blitar terkait korupsi hibah pkmas Jatim

Sehari, KPK OTT Bea Cukai Jakarta dan Kantor Pajak Banjarmasin

Mas Dhito Kulineran Malam di Pasar Wates

Olimpiade Musim Dingin 2026

Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

  • Olimpiade Musim Dingin 2026

    Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bacaan Doa Buka Puasa Nisfu Syaban 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In