Bacaini.ID, JEMBER – Program PETA CINTA (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember mulai menunjukkan hasil. Antrean puluhan ribu permohonan KTP elektronik yang sempat menumpuk berhasil dituntaskan, sementara masyarakat kini dapat mencetak KTP-el langsung di kantor kecamatan tanpa harus datang ke pusat kota.
Pemerintah Kabupaten Jember mengklaim berhasil mempercepat pelayanan administrasi kependudukan melalui program PETA CINTA yang diluncurkan pada awal 2026. Inovasi tersebut menghadirkan layanan pencetakan KTP elektronik di seluruh kecamatan sehingga akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan menjadi lebih mudah.
Sebelum program ini berjalan, warga, terutama yang tinggal di wilayah pelosok, harus datang ke Kantor Dispendukcapil di pusat kota untuk mengurus KTP-el. Keterbatasan blangko dan minimnya petugas di tingkat kecamatan membuat proses penerbitan dokumen sering memakan waktu hingga berbulan-bulan.
Sejak diluncurkan pada 5 Januari 2026, PETA CINTA mengubah pola pelayanan tersebut. Dispendukcapil menambah petugas di setiap kecamatan sekaligus memastikan ketersediaan blangko sehingga proses pencetakan KTP-el dapat dilakukan lebih cepat.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, mengatakan program ini berhasil menyelesaikan tunggakan pencetakan KTP-el yang pada 2025 mencapai sekitar 66 ribu permohonan.
“Hingga tahun ini kami telah mencetak 111.648 keping KTP-el. Kami juga berkomitmen menjaga ketersediaan blangko agar masyarakat tidak lagi menunggu lama untuk memperoleh dokumen kependudukan,” ujarnya Kamis (2/7/2026).
Saat ini, seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember telah diperkuat dengan dua petugas Dispendukcapil, lengkap dengan mesin pencetak, tinta, dan persediaan blangko KTP elektronik.
Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat mengurus dan mencetak KTP-el di kecamatan masing-masing tanpa harus datang ke kantor Dispendukcapil.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan penguatan layanan administrasi kependudukan menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Prioritas kami adalah pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat. Warga Jember tidak hanya tinggal di pusat kota, tetapi juga di desa, wilayah pegunungan, kawasan perkebunan hingga pesisir. Karena itu layanan juga harus hadir lebih dekat dengan mereka,” katanya.
Menurut Bupati Fawait, program PETA CINTA bukan sekadar mempermudah pengurusan administrasi, tetapi juga memastikan setiap warga memperoleh hak pelayanan publik tanpa terkendala jarak, waktu, maupun biaya transportasi.
Dengan pelayanan yang tersebar hingga tingkat kecamatan, pemerintah berharap akses terhadap dokumen kependudukan menjadi lebih merata di seluruh wilayah Jember.(meg/ADV)




