• Login
Bacaini.id
Saturday, June 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pernikahan Tak Bahagia Berisiko pada Mental dan Fisik

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
13 June 2026 12:12
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi pasangan suami istri mengalami konflik dalam pernikahan yang berdampak pada kesehatan mental dan keluarga

Sejumlah penelitian menunjukkan pernikahan yang tidak bahagia dan penuh konflik dapat berdampak pada kesehatan mental, kondisi fisik, hingga perkembangan emosional anak (foto/magnific)

Poin Penting:

  • Penelitian menemukan pernikahan yang penuh konflik berkaitan dengan meningkatnya risiko depresi, kecemasan, dan stres kronis
  • Konflik rumah tangga jangka panjang juga dapat memengaruhi tekanan darah, hormon stres, dan kesehatan fisik
  • Bertahan demi anak tidak selalu menjadi solusi jika lingkungan rumah dipenuhi ketegangan berkepanjangan

Bacaini.ID, KEDIRI — Banyak pasangan memilih bertahan dalam pernikahan atau memilih menghindari perceraian meski sudah tidak lagi merasa bahagia. Alasannya beragam, mulai dari demi anak, keluarga besar, hingga tekanan sosial. Namun sejumlah penelitian mengungkap, mempertahankan hubungan yang penuh konflik dalam jangka panjang dapat berisiko pada kesehatan mental dan fisik.

Baca Juga:

  • Kunci Pernikahan Langgeng dalam Studi Ada di Tangan Istri, Kok Bisa?

Pernikahan sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari dukungan emosional hingga harapan hidup yang lebih panjang. Namun para peneliti menekankan, manfaat tersebut lebih banyak ditemukan pada hubungan yang sehat dan suportif. Sebaliknya, pernikahan penuh konflik, ketegangan, atau ketidakpuasan berkepanjangan justru dapat menjadi sumber stres kronis.

Temuan ini membuat para ahli semakin fokus mengkampanyekan kualitas hubungan, bukan sekadar mempertahankan status pernikahan.

Pernikahan Tak Bahagia Berisiko pada Kesehatan Mental dan Fisik

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Psychology oleh Kimmo Whisman menemukan bahwa individu yang mengalami tekanan serius dalam pernikahan memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, gangguan kecemasan, hingga masalah psikologis lainnya.

Baca Juga:

  • Data Kesehatan Mental Remaja Indonesia Mengkhawatirkan

Ketika konflik rumah tangga terjadi terus-menerus tanpa penyelesaian yang sehat, tubuh dan pikiran berada dalam kondisi siaga dalam waktu lama. Situasi ini dapat memicu stres berkepanjangan yang pada akhirnya memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang.

Dalam Journal of Marriage and Family juga menyebutkan adanya hubungan yang konsisten antara kualitas pernikahan dan kesejahteraan mental. Semakin rendah kualitas hubungan, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami stres, depresi, dan penurunan kepuasan hidup.

Pengaruh pernikahan yang tidak bahagia ternyata tidak berhenti pada kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konflik rumah tangga kronis juga dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang.

Dalam ulasan ilmiah yang diterbitkan di Psychological Bulletin, peneliti Janice Kiecolt-Glaser dan Tamara Newton menjelaskan bahwa hubungan pernikahan yang buruk berkaitan dengan meningkatnya stres fisiologis, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan Physiology and Behavior menemukan bahwa konflik pasangan dapat memengaruhi tekanan darah, hormon stres seperti kortisol, hingga proses peradangan dalam tubuh. Jika berlangsung bertahun-tahun, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Bagaimana Jika Bertahan dalam Pernikahan Demi Anak?

Alasan yang paling sering dikemukakan pasangan untuk tetap bertahan dalam pernikahan yang tidak bahagia adalah anak. Banyak orang tua khawatir perceraian akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak.

Baca Juga:

  • Tradisi Perguruan Silat Jawa Timur di Bulan Suro: Pengesahan Warga Baru hingga Konsolidasi

Namun sejumlah psikolog keluarga menilai bahwa kualitas lingkungan rumah juga perlu dipertimbangkan. Anak yang tumbuh dalam suasana penuh pertengkaran, ketegangan, atau sikap saling bermusuhan dapat mengalami tekanan emosional yang tidak kalah besar.

Lingkungan yang bahagia dan positif, berdampak positif juga untuk perkembangan anak-anak. Sebaliknya, kondisi yang penuh ketegangan, berpotensi memberi efek negatif pula kepada anak. Anak tentu dapat merasakan situasi di dalam rumah, apa yang terjadi kepada orang tuanya, meskipun orang tua menghindari bertengkar di hadapan anak-anaknya.

Banyak studi menunjukkan bahwa hubungan yang hangat, stabil, dan suportif dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan fisik maupun mental.

Namun ketika hubungan berubah menjadi sumber stres yang berlangsung terus-menerus tanpa perbaikan, dampaknya dapat dirasakan tidak hanya oleh pasangan, tetapi juga oleh anak dan lingkungan keluarga secara keseluruhan.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: bacaini.idkeluargaKesehatan mentalpernikahan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pasangan suami istri mengalami konflik dalam pernikahan yang berdampak pada kesehatan mental dan keluarga

Pernikahan Tak Bahagia Berisiko pada Mental dan Fisik

Bupati Blitar Rijanto saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Karanganyar Koffieplantage Nglegok

Pemkab Blitar Peringati HLUN 2026, Bupati Rijanto Perkuat Dukungan untuk Lansia

Bupati Blitar Rijanto memaparkan progres Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Blitar dengan 196 desa siap beroperasi

Kabupaten Blitar Rampungkan KDMP, 196 Desa Sudah Siap Operasi

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In