
Hubungan yang sehat seharusnya tidak dibangun dari ketakutan. Teman yang baik tidak akan mengukur persahabatan hanya dari seberapa sering kita memenuhi permintaannya.
Pasangan yang sehat tidak seharusnya menganggap penolakan sebagai bentuk tidak sayang. Lingkungan kerja yang sehat juga tidak semestinya membuat seseorang merasa bersalah hanya karena sesekali mengatakan tidak.
Karena dalam hubungan yang sehat, batas bukan ancaman. Batas adalah bentuk kejujuran.
Kita bisa mencintai seseorang tanpa selalu menyetujui keinginannya. Kita bisa menjadi teman yang baik tanpa selalu tersedia. Kita bisa menjadi perempuan yang peduli tanpa harus selalu mengorbankan diri.
Jadi, kapan terakhir kali kamu bilang “iya” padahal ingin bilang “tidak”?
Mungkin kita tidak perlu langsung berubah menjadi perempuan yang berani menolak semua hal. Mulailah dari sesuatu yang kecil. Ketika tubuh sedang lelah, izinkan diri mengatakan, “Aku istirahat dulu.”
Ketika memang tidak punya waktu, “Maaf, aku belum bisa.”
Ketika tidak menyukai sesuatu, “Aku kurang nyaman dengan itu.”
Dan ketika benar-benar tidak ingin, “Tidak, kali ini aku memilih tidak ikut.”
Mungkin awalnya terasa aneh. Mungkin masih ada rasa bersalah. Tetapi semakin sering dilakukan, kita akan belajar satu hal penting:
Mengatakan tidak kepada orang lain terkadang adalah cara mengatakan iya kepada diri sendiri.
Dan mungkin, perempuan Kediri tidak harus selalu menjadi perempuan yang “nggak enakan”. Sesekali, tidak apa-apa menjadi perempuan yang tahu batas, tahu kebutuhan, dan berani memilih dirinya sendiri.(htw/edt)



