• Login
Bacaini.id
Tuesday, September 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Perempuan Kediri dan Fenomena “Nggak Enakan”

ditulis oleh Hari Tri Wasono
22 September 2026 18:24
Durasi baca: 6 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor
Ilustrasi gak enakan. Foto: bacaini/AI

Ada banyak alasan mengapa seseorang sulit mengatakan tidak. Sejak kecil, perempuan sering mendapatkan pesan sosial untuk menjadi pribadi yang ramah, penyabar, pengertian, dan menjaga perasaan orang lain.

Akibatnya, konflik sering terasa seperti sesuatu yang harus dihindari. Daripada membuat orang lain kecewa, lebih mudah mengatakan iya. Daripada dianggap sombong, lebih baik ikut. Daripada dicap egois, lebih baik membantu. Daripada hubungan menjadi renggang, lebih baik mengalah.

Persoalannya, mengalah sesekali adalah pilihan. Mengalah terus-menerus bisa menjadi kebiasaan yang melelahkan.

Takut dianggap egois

Salah satu alasan terbesar di balik fenomena “nggak enakan” adalah ketakutan terhadap penilaian orang lain.

“Kalau aku nolak, nanti dia tersinggung.”

“Kalau aku nggak ikut, nanti dikira menjauh.”

“Kalau aku bilang nggak punya waktu, nanti dianggap nggak peduli.”

Kalimat-kalimat semacam itu sering muncul sebelum seseorang bahkan sempat bertanya kepada dirinya sendiri, “Sebenarnya aku mau atau tidak?”

Di titik inilah perempuan perlu belajar membedakan antara peduli kepada orang lain dan bertanggung jawab atas semua perasaan orang lain. Kita boleh peduli. Tetapi kita tidak mungkin mengatur agar semua orang selalu senang dengan keputusan kita.

Belajar mengatakan tidak tanpa merasa bersalah

Mengatakan tidak tidak harus dilakukan dengan kasar. Tidak perlu pula memberikan penjelasan panjang setiap kali menolak sesuatu.

“Maaf, aku belum bisa.”

“Aku sedang ada urusan lain.”

“Terima kasih sudah mengajak, tapi kali ini aku tidak ikut.”

“Aku belum bisa membantu sekarang.”

Kalimat-kalimat sederhana seperti itu sebenarnya sudah cukup. Tidak semua penolakan membutuhkan sepuluh alasan. Dan yang lebih penting, penolakan tidak selalu membutuhkan permintaan maaf yang berlebihan.

Kita boleh mengatakan tidak tanpa merasa menjadi orang jahat.

Perempuan juga membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri

Ada masa ketika seorang perempuan perlu berhenti menjadi teman yang selalu siap membantu, pasangan yang selalu memahami, anak yang selalu menurut, atau rekan kerja yang selalu bisa diandalkan.

Bukan karena ia tidak peduli. Tetapi karena ia juga manusia yang punya batas. Ada saat ketika tubuh membutuhkan istirahat.Ada saat ketika pikiran membutuhkan ruang. Ada saat ketika seseorang ingin menghabiskan akhir pekan sendirian tanpa harus menjelaskan apa-apa. Dan semua itu sah.

Menjaga diri sendiri bukan bentuk egoisme.

Justru, seseorang yang memahami batas dirinya akan lebih mampu menentukan kapan harus membantu, kapan harus menemani, dan kapan harus berkata “cukup.”

“Nggak enakan” dan hubungan yang sehat

baca halaman selanjutnya……….

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: bacagayabacainiidceritaperempuannggakenakanperempuankediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

MENGUNGKAP PRAKTIK KOTOR TRANSAKSI LUAR NEGERI YANG DILAWAN PRABOWO

Ilustrasi gak enakan. Foto: bacaini/AI

Perempuan Kediri dan Fenomena “Nggak Enakan”

Tegaskan Komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, Mbak Wali Tandatangani Komitmen Bersama

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In