• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Peneliti Temukan Residu Obat Manusia Cemari Terumbu Karang

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
28 September 2024 09:06
Durasi baca: 2 menit
Peneliti Temukan Residu Obat Manusia Cemari Terumbu Karang. (Foto ilustrasi/vecteezy)

Peneliti Temukan Residu Obat Manusia Cemari Terumbu Karang. (Foto ilustrasi/vecteezy)

Bacaini.ID, KEDIRI – Para peneliti mendeteksi jejak sepuluh jenis obat umum dalam sampel karang yang diambil dari Teluk Eilat, Laut Merah.

Hal itu meningkatkan kekhawatiran tentang dampak penggunaan obat-obatan oleh manusia terhadap ekosistem laut.

Di antara obat-obatan yang ditemukan adalah sulfametoksazol, jenis antibiotik yang terdeteksi pada 93 persen sampel karang.

Noa Shenkar, penulis utama penelitian mengatakan, bahwa dalam penelitian pertama yang dilakukan, mereka meneliti dengan skala besar untuk mendeteksi adanya residu obat pada karang.

Dikutip dari laman newsweek.com, para peneliti dibuat terkejut dengan penemuan banyaknya kandungan obat-obatan bahkan di karang laut dalam yang biasanya lolos dari kontaminasi.

Tim peneliti mengambil sampel 96 karang batu pembentuk terumbu, beberapa di antaranya terletak lebih dari 30 meter di bawah permukaan laut.

Hasilnya mengejutkan. Terungkap tidak ada satu pun sampel karang, berapa pun kedalamannya yang bebas residu obat.

Obat-obatan yang terdeteksi antara lain jenis antibiotik, obat tekanan darah, antidepresan, statin, dan obat pencahar.

Kehadiran senyawa-senyawa yang sering diberikan kepada manusia itu menunjukkan bahwa terumbu karang terpapar polutan melalui pembuangan air limbah ke laut.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan tim menunjukkan bahwa obat-obatan tertentu dapat mengganggu biologi spesies laut, dengan dampak mulai dari perubahan perilaku reproduksi pada ikan hingga kerusakan memori pada cumi-cumi.

Para peneliti berpendapat bahwa dampak serupa dapat merusak sinkronisasi pemijahan karang, yang berpotensi menimbulkan bencana bagi populasi karang.

Terumbu karang, khususnya yang berada di Teluk Eilat, berperan sebagai pusat keanekaragaman hayati laut yang penting.

Terumbu karang menyediakan makanan dan habitat bagi berbagai spesies sekaligus mendukung industri lokal, termasuk perikanan dan pariwisata.

Kehadiran obat-obatan di jaringan karang menambah kekhawatiran dan menunjukkan bahwa aktivitas manusia sudah begitu jauh mencemari lingkungan laut.

Kendati demikian para peneliti menekankan bahwa tujuan penelitian bukan untuk menghalangi penggunaan obat-obatan yang bisa menyelamatkan nyawa manusia.

Sebaliknya, mereka menyerukan perbaikan proses pengolahan air limbah untuk menyaring residu farmasi dengan lebih baik.

Pengembangkan metode pengolahan limbah baru yang dapat secara efektif menangani senyawa farmasi perlu dilakukan. Pembuangan obat-obatan lama atau kadaluarsa juga harus lebih hati-hati agar tidak membahayakan lingkungan. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: obat manusiapencemaranpencemaran lingkunganterumbu karang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Batu rubi jumbo 11.000 karat temuan terbaru di Mogok Myanmar

Rubi Jumbo 11.000 Karat Hebohkan Myanmar, Batu Mulia Terbaik

Ahmad Dhani dan Maia Estianty sambut kelahiran cucu pertama berweton Minggu Pahing

Cucu Ahmad Dhani Lahir Minggu Pahing, Ini Watak dan Karakternya Menurut Primbon Jawa

Aktivitas pedagang di Pasar Pahing kota Kediri. Foto:bacaini/AK Jatmiko

Rupiah Terjun Bebas, Ini Dampaknya Bagi Rakyat Kecil

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In