• Login
Bacaini.id
Friday, June 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pemkab Trenggalek Gelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik ke-4

ditulis oleh Editor
1 December 2022 14:11
Durasi baca: 2 menit
Gelaran Trenggalek Innovation Fest (TIF) tahun keempat. Foto: Ist

Gelaran Trenggalek Innovation Fest (TIF) tahun keempat. Foto: Ist

Bacaini.id, TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggelar Trenggalek Innovation Fest (TIF), kompetensi inovasi pelayanan publik yang telah memasuki tahun ke-4. Mengusung tema “INNOVATION FOR SUSTAINABILITY”, TIF tahun 2022 ini diikuti sebanyak 67 inovasi yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah, Lembaga, Sekolah dan instansi lainnya.

Digelar di GOR Gajah Putih selama dua hari pada 30 November dan 1 Desember 2022, kegiatan ini sendiri ditujukan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan seluruh jajarannya dalam berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat.

Dengan begitu diharapkan dapat menjaring, mendesiminasikan, mendokumentasikan, dan mempromosikan inovasi pelayanan publik di unit–unit penyelenggara pelayanan publik, serta mendorong dilakukannya replikasi pelayanan publik.

 “Agenda hari ini Trenggalek Inovation Fest, merupakan gelaran ke-4 dan hari ini ada 67 inovasi. Tadi Pak Deputi juga menyampaikan bahwa ada beberapa inovasi yang layak dimasukkan ke tingkat nasional,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin

Harapannya, sambung Bupati Trenggalek itu “Inovasi-inovasi ini akan berkorelasi dengan prestasi yang ada di Kabupaten Trenggalek. Jadi bukan inovasi kalau yang kita lakukan itu tidak memudahkan masyarakat. Contoh dengan adanya inovasi Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan “GERTAK”, orang miskin sekarang termudah-kan apa tidak untuk melaporkan mendapatkan beberapa program. Terus inovasi jemput bola, orang rentan merasakan manfaatnya apa tidak,” tandasnya.

Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Dr. Ajib Rakhmawanto, S.IP., M.Si, dalam gelaran ini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Menurutnya sebagai lembaga kementrian di pusat tentunya mempunyai kewajiban mendorong pelayanan publik yang lebih baik melalui Inovasi-inovasi.

“Ternyata di sini telah menjadi trend atau budaya. Inovasi telah menjadi program dari pada pemerintah daerah setiap tahunnya. Kami di pemerintahan pusat mendorong penciptaan inovasi-inovasi pelayanan publik,” ucap Ajib yang juga salah satu pejabat di Kementerian PAN RB itu.

Yang kedua, lanjutnya “kami di Kementrian PAN RB itu juga mengapresiasi bagaimana inovasi-inovasi yang sudah muncul itu di suatu pemerintahan terkait pelayanan publik ini bisa direplikasi dan dikembangkan. Jangan hanya dimunculkan saja, kami berharap apa yang sudah baik di suatu tempat itu bisa dipindahkan atau ditularkan ke instansi lainnya,” imbuhnya.

Kemudian inovasi ini tentunya menjadi budaya tersendiri atau setelah menjadi program rutin bisa dibuat suatu kebijakan yang permanen. Dibuat suatu peraturan misalnya, dinas atau badan di suatu daerah melaksanakan inovasi namun juga sesuai dengan tema hari ini sustainable. “Jadi selalu berkelanjutan,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi seseorang menikmati waktu menyendiri sambil membaca buku sebagai gambaran hubungan kecerdasan dan interaksi sosial

Benarkah Orang Cerdas Lebih Suka Menyendiri dan Tak Butuh Teman? Ini Faktanya

konten kreator membuat konten media sosial dengan ikon Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat legalitas usaha digital mulai 2026

Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB, Ini Untungnya

tradisi gotong royong masyarakat Indonesia berupa jimpitan di Jawa, marsialapari suku Batak, dan mapalus suku Minahasa sebagai bentuk solidaritas sosial komunal

Tradisi Gotong Royong Nusantara: Jimpitan, Julu-Julu, Mapalus yang Masih Bertahan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In