Bacaini.ID, KEDIRI – Percaya atau tidak, di balik kekhidmatan sholat Jumat, ada musuh tak kasat mata yang selalu hadir, yaitu setan. Bukan dalam rupa menyeramkan, melainkan dalam bisikan halus yang mengganggu konsentrasi. Para ulama menyebutnya Khanzab, setan yang ditugaskan khusus untuk merusak kekhusyukan ibadah.
Fenomena ini bukan sekadar cerita turun-temurun. Dalam riwayat Muslim, Utsman bin Abi al-Ash pernah mengadu kepada Rasulullah SAW bahwa ia kerap diganggu hingga salah membaca ayat.
Nabi menjawab, “Itu adalah setan bernama Khanzab. Jika engkau merasakan kehadirannya, berlindunglah kepada Allah darinya, lalu meludahlah ke samping kirimu sebanyak tiga kali.” (HR Muslim, Kitab Shalat).
Gangguan itu muncul dalam berbagai bentuk. Ada yang tiba-tiba lupa rakaat, ada pula yang pikirannya melayang ke urusan dunia, seperti pekerjaan, keluarga, bahkan barang yang hilang. Sebagian jamaah mengaku matanya tak bisa fokus, pandangan berkeliling, atau muncul dorongan fisik seperti ingin kentut dan kencing. Semua itu adalah tanda-tanda godaan setan yang berusaha memalingkan manusia dari kekhusyukan ibadah.
“Setan itu tidak pernah absen. Saat azan dikumandangkan ia lari, tapi ketika iqamah dibacakan ia kembali, membisikkan hal-hal duniawi agar manusia lalai,” kata KH Ali Musthofa, pengasuh pesantren di Kediri, mengutip hadis Nabi (HR Bukhari, Kitab Adzan).
Jalan Menghadapi Khanzab
Islam memberikan solusi praktis. Selain doa perlindungan A‘udzu billahi minasy-syaithanir-rajim, Rasulullah SAW mengajarkan untuk meludah ke kiri tiga kali ketika merasa diganggu. Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengatakan tindakan ini adalah sunnah yang bertujuan mengusir bisikan setan.
Dzikir sebelum sholat Jumat juga diyakini mampu menenangkan hati, sehingga jamaah lebih siap menghadapi bisikan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menulis bahwa kekhusyukan adalah inti sholat, dan setan akan selalu berusaha merusaknya dengan mengalihkan pikiran manusia.(htw/edt)




