• Login
Bacaini.id
Thursday, May 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pembangunan Tiga Rumah Ibadah di Tulungagung Mandek, Ini Alasannya

ditulis oleh Editor
24 August 2022 16:43
Durasi baca: 2 menit
Salah satu rumah ibadah yang sudah berizin di Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Salah satu rumah ibadah yang sudah berizin di Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Akibat tidak memenuhi persyaratan administrasi, pembangunan tiga rumah ibadah di Tulungagung terpaksa terhenti. Tanpa memenuhi persyaratan itu, pengurus atau panitia pembangunan rumah ibadah tidak bisa mendapatkan rekomendasi untuk melakukan pembangunan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tulungagung, Efendi Abdullah Sunni mengatakan, berdasarkan surat Peraturan Bersama Manteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mendirikan rumah ibadah.

Diantaranya pengguna rumah ibadah minimal 90 orang, rumah ibadah tersebut memang dibutuhkan oleh masyarakat, mendapatkan persetujuan lingkungan sebanyak 60 orang dan sejumlah persyaratan lainya.

“Kami masih menemui beberapa pantia pembangunan rumah ibadah yang masih belum memahami peraturan tersebut. Akhirnya mereka belum bisa mendapatkan rekomendasi untuk bisa membangun rumah ibadah,” kata Efendi kepada Bacaini.id, Rabu, 24 Agustus 2022.

Menurutnya, seringkali pengurus ataupun panitia pembangunan rumah ibadah terkendala dalam mendapatkan persetujuan lingkungan. Hal ini disebabkan karena minimnya sosialisasi, sehingga terkesan tertutup.

“Beberapa kasus saat kami mendatangi lokasi, masih ada warga yang menolak memberikan persetujuan pendirian rumah ibadah karena belum mendapatkan sosialisasi,” ungkapnya.

Pria berjenggot itu menjelaskan, setidaknya sampai saat ini masih ada tiga rumah ibadah yang belum bisa didirikan karena belum mengantongi surat rekomendasi dari FKUB serta Kemenag Tulungagung. Diantaranya bangunan gereja di Desa Batangsaren, gereja di Desa Moyoketen dan masjid di Desa Rejoagung.

“Rata-rata mereka terkendala persyaratan administrasi yakni tentang persetujuan lingkungan sekitar. Beberapa warga juga masih ada penolakan terkait pembangunan rumah ibadah tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut Efendi mengungkapkan bahwa sebelumnya juga ada pembangunan Pura di Desa Wajak Kidul yang belum mendapatkan rekomendasi. Tetapi pada 15 Agustus 2022 lalu, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi dengan catatan. Pasalnya, setelah dilakukan pengecekan dilapangan masih ada warga yang menolak.

“Ini merupakan kali pertama kami mengeluarkan rekomendasi dengan catatan. Karena biasanya kami memberikan rekomendasi lepas. Pemberian rekomendasi dengan catatan terhadap pembagunan Pura ini memang karena masih ada penolakan dari warga sekitar,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: FKUB TulungagungKemenag Tulungagungpenolakan pembangunan umah ibadahTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tonny Andreas kandidat Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 mendapat dukungan 27 cabang olahraga

Tonny Andreas Kantongi Dukungan 27 Cabor, Maju Kandidat Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030

Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In