Poin Penting:
- Lomba balap dayung tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek menyedot ratusan warga dan wisatawan
- Kegiatan ini melibatkan puluhan tim nelayan lokal dan merupakan bagian dari tradisi
- Pemerintah desa berharap event ini mampu meningkatkan kunjungan wisata
Bacaini.ID, TRENGGALEK – Lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara, Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menyedot perhatian ratusan warga. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Labuh Laut dan Bersih Desa 2026 sekaligus upaya menarik wisatawan.
Baca Juga:
Ratusan orang berbondong-bondong memadati kawasan pantai, bersorak-sorai memberi semangat peserta lomba yang berusaha keras menjadi yang tercepat di antara yang lain. Sebagian besar peserta lomba adalah para nelayan setempat.
Kepala Desa Tasikmadu, Wignyo Handoyo, mengatakan lomba balap dayung merupakan agenda hari kedua setelah sebelumnya digelar lomba balap RC miniatur. Kegiatan akan dilanjutkan dengan lomba perahu mesin serta pengajian pada malam hari.
“Hari pertama ada lomba RC miniatur, hari kedua lomba dayung dan perahu mesin, nanti malam ditutup dengan pengajian,” tutur Wignyo kepada wartawan Rabu (6/5/2026).
Baca Juga:
Lomba balap dayung di Pantai Mutiara diangkat dari aktivitas keseharian nelayan Karanggongso yang sebagian masih menggunakan cara tradisional saat melaut. Tradisi tersebut dikemas menjadi perlombaan untuk menambah daya tarik budaya sekaligus hiburan masyarakat.
“Masih banyak nelayan yang menggunakan perahu dayung, itu yang kemudian dikonsep menjadi lomba,” jelasnya.
Wignyo menambahkan, peserta lomba mencapai puluhan tim yang berasal dari warga setempat, dengan masing-masing tim terdiri dari dua orang.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kunjungan wisata.
Lomba balap dayun diketahui telah digelar selama lima tahun terakhir dan terus mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya jumlah peserta dan membludaknya penonton menjadi bukti antusiasme warga yang terus meningkat.
Salah satu peserta, Darmaji (45), mengaku senang bisa kembali mengikuti perlombaan. Ia menyebut kunci utama dalam balap dayung adalah kecepatan dan kekompakan tim.
“Harus cepat mendayung dan tetap fokus, yang penting kompak,” ungkapnya.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





