• Login
Bacaini.id
Tuesday, April 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pecel Blitar: Kuliner yang Bikin Bung Karno Lupakan Revolusi

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
16 June 2025 14:19
Durasi baca: 3 menit
Pecel Blitar: Kuliner yang Bikin Bung Karno Lupakan Revolusi. Tampak Bung Karno saat acara di Istana Bogor tahun 1965 (foto/ist)

Pecel Blitar: Kuliner yang Bikin Bung Karno Lupakan Revolusi. Tampak Bung Karno saat acara di Istana Bogor tahun 1965 (foto/ist)

Bacaini.ID, BLITAR – Presiden Soekarno tergila-gila dengan pecel Blitar.

Utamanya pecel racikan Mbok Rah, bakul pecel keliling di Kota Blitar Jawa Timur pada medio 50-an.

Pecel merupakan kuliner yang terdiri sayuran rebus: kacang panjang, bayam, taoge dan kemudian disiram kuah sambal kacang.

Begitu sukanya Bung Karno pada pecel. Untuk sekali santap ia bisa meludeskan 2-3 pincuk seketika.

Dalam buku Bung Karno & Kesayangannya disebutkan kelezatan pecel Blitar bisa bikin Bung Karno lupa revolusi.

“Nasi pecel dari Blitar. Wah kalau Bapak sedang menikmati, walaupun yang namanya Revolusi Indonesia berhenti, pasti Bapak tidak akan ambil pusing,” demikian dikutip dari buku Bung Karno & Kesayangannnya.

Bung Karno seperti tidak punya mblenger menikmati pecel Blitar. Setiap tiga hari sekali selalu ada pecel Blitar buatan Mbok Rah di Istana.

Pecel Blitar dipesan khusus untuk dibawa ke Jakarta. Setiap bangun pagi, belum juga mandi dan gosok gigi, Bung Karno langsung bersantap pecel Blitar.

“Menurut Bapak (Bung Karno) hal inilah yang justru membuat makan nasi pecel terasa lebih afdol”.

Revolusi Kuliner Rakyat

Pecel Blitar buatan Mbok Rah tidak hanya dinikmati di Istana Negara. Setiap Bung Karno lawatan ke luar negeri, pecel tidak pernah ketinggalan.

Bung Karno lebih suka mengolesi roti dengan sambel pecel ketimbang susu kuda. Itu ia lakukan saat lawatan ke Mongolia.

“Di sana setiap harinya Bapak (Bung Karno) selalu makan roti dengan sambel pecel saja. Kadang kadang juga dengan kecap,” dikutip dari buku Bung Karno & Kesayangannnya.

Bukan hanya pecel Blitar. Bung Karno mencintai kuliner nusantara. Ia sering gusar ketika di kabinetnya kerap mendapat suguhan makanan Eropa.

Kegusaran itu diceritakan dalam buku otobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adam.

“Wanita-wanita dari kabinetku selalu menyediakan jualan makanan Eropa. Kita mempunyai penganan enak kepunyaan kita sendiri, kataku dengan marah. Mengapa tidak itu saja dihidangkan?,” katanya.

Bung Karno menganggap penganan enak adalah kue-kue asli Nusantara berbahan lokal: singkong, ubi, jagung, tepung beras, dan tepung ketan. 

Kecintaannya pada makanan tradisional ditunjukkan dengan membuat proyek politik pangan nasional. Menerapkan program Revolusi Makanan Rakyat. 

Bung Karno mencanangkan program Empat Sehat Lima Sempurna.

Propaganda Indonesia berdaulat pangan, kaya akan makanan tercermin dari lirik lagu Bersuka Ria ciptaan Bung Karno.

Lagu yang dinyanyikan dalam irama Lenso pada medio 1965: Siapa bilang bapak dari Blitar. Bapak kita dari Prambanan. Siapa bilang rakyat kita lapar. Indonesia banyak makanan…

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: blitarbung karnokulinerpecel blitarrevolusi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Larung Kepala Kerbau Warnai Pahargyan Longkangan ke-177 di Munjungan

Mobil listrik VinFast VF e34. Foto: istimewa

Ironi Mobil Listrik VinFast VF e34 di Balik Tragedi Bekasi Timur

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Seorang Hakim Aktif dan Dosen UGM Terseret Kasus Daycare Little Aresha

  • Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

    Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal Kredit Sawit BRI Rp1,7 Triliun Seret 12 Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In