• Login
Bacaini.id
Wednesday, September 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Patah Hati Bisa Bikin Mati? Kisah Anne dan Broken Heart Syndrome

Kisah Anne yang viral di media sosial memunculkan pertanyaan tentang dampak patah hati terhadap kesehatan. Secara medis, stres emosional berat memang dapat memengaruhi fungsi jantung melalui kondisi yang dikenal sebagai broken heart syndrome

ditulis oleh Solichan Arif
23 September 2026 14:06
Durasi baca: 5 menit
Broken heart syndrome atau takotsubo syndrome akibat stres emosional berat

Broken heart syndrome atau takotsubo syndrome merupakan kondisi jantung yang dapat muncul setelah stres emosional atau fisik yang berat (foto/ist)

Reporter: Bromo Liem | Editor: Solichan Arif

Poin Penting:

  • Stres emosional yang sangat berat dapat memengaruhi fungsi jantung melalui kondisi yang dikenal sebagai broken heart syndrome atau takotsubo syndrome.
  • Gejalanya dapat menyerupai serangan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas, sehingga membutuhkan pemeriksaan medis segera.
  • Kesedihan berkepanjangan juga dapat memengaruhi tidur, pola makan, aktivitas, serta kesehatan fisik dan mental

Bacaini.ID, KEDIRI – Kisah pilu Savannah Azzahra atau Anne yang gagal menikah lantaran calon suami menghamili kakak kandungnya viral di media sosial. Anne dipaksa ikhlas oleh keluarga. Kesedihan mendalam akibat patah hati dan ditengarai sebagai broken heart syndrome mendorongnya pergi dari rumah, sebelum kemudian jatuh sakit dan meninggal dunia.

Kisah pilu ini menarik simpati warganet yang tidak berhenti memberi dukungan kepada Anne. Benarkah kesedihan mendalam dapat merenggut nyawa seseorang? Patah hati bisa bikin mati. Sebab kesedihan mendalam sering dianggap sebagai sesuatu yang hanya terjadi di pikiran.

Baca Juga: 3 Jatuh Cinta yang Dialami Manusia Normal, Apa Saja?

Padahal, saat seseorang mengalami kehilangan, patah hati, konflik berat, atau tekanan emosional berkepanjangan, tubuh juga dapat ikut bereaksi.
Dalam kondisi tertentu, tekanan emosional yang sangat berat bahkan dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Kondisi ini dikenal sebagai takotsubo syndrome atau broken heart syndrome. Meski namanya terdengar seperti istilah kiasan, kondisi tersebut merupakan gangguan jantung yang nyata dan dapat menimbulkan komplikasi serius.

Ketika Patah Hati Memengaruhi Jantung

Salah satu contoh paling jelas adalah takotsubo syndrome. Menurut American Heart Association, kondisi ini merupakan bentuk kardiomiopati sementara yang dapat terjadi setelah stres emosional atau fisik yang berat.

Pemicu emosionalnya bisa beragam, seperti kematian orang terdekat, perpisahan, konflik berat, ketakutan, atau kejadian traumatis. Karena itu, istilah broken heart syndrome digunakan untuk menggambarkan kondisi yang secara harfiah dapat muncul setelah pengalaman emosional yang sangat berat.

Pada takotsubo syndrome, sebagian otot jantung mengalami gangguan fungsi dan kemampuan jantung memompa darah dapat menurun. Gejalanya bahkan dapat menyerupai serangan jantung, antara lain nyeri dada dan sesak napas.

Yang membedakan, takotsubo syndrome umumnya tidak disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah koroner seperti pada sebagian besar serangan jantung. Salah satu mekanisme yang diduga berperan adalah lonjakan hormon stres, termasuk katekolamin seperti adrenalin, yang memengaruhi kerja otot jantung dan pembuluh darah.

Sebagian besar pasien dapat mengalami pemulihan fungsi jantung, tetapi kondisi ini bukan sesuatu yang boleh dianggap sekadar efek emosional. Dalam kasus tertentu, komplikasi seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, atau tekanan darah yang tidak stabil dapat terjadi.

Karena gejalanya bisa menyerupai serangan jantung, nyeri dada atau sesak yang muncul setelah peristiwa emosional berat tetap membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Kesedihan Tidak Hanya Terjadi di Pikiran

Ketika seseorang mengalami tekanan berat, tubuh mengaktifkan sistem respons stres. Sistem saraf simpatis dan sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal atau HPA axis ikut berperan dalam mempersiapkan tubuh menghadapi ancaman.

Dalam jangka pendek, respons ini merupakan mekanisme normal. Masalah dapat muncul ketika stres berlangsung lama atau sangat intens. Respons stres yang berkepanjangan dapat berhubungan dengan perubahan tidur, tekanan darah, metabolisme, sistem kekebalan tubuh, serta fungsi kardiovaskular.

Stres juga dapat memengaruhi perilaku sehari-hari yang sebenarnya sangat penting bagi kesehatan.
Misalnya, seseorang yang sedang mengalami kesedihan berat mungkin kehilangan nafsu makan. Jika berlangsung lama, asupan energi dan zat gizi dapat menurun. Pada kondisi tertentu, kurang makan dan kurang minum dapat menyebabkan kelemahan, dehidrasi, atau gangguan elektrolit.

Sebaliknya, sebagian orang justru makan lebih banyak ketika mengalami tekanan emosional. Pola tidur juga dapat berubah. Ada yang sulit tidur, sementara yang lain menghabiskan sebagian besar waktu dengan tidur dan tetap merasa lelah.

Di sinilah hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan fisik menjadi penting. Bukan hanya emosi yang memengaruhi tubuh, namun perubahan pola hidup selama masa krisis juga dapat memengaruhi kesehatan.

Bagi orang yang sudah memiliki penyakit tertentu, tekanan psikologis dan perubahan perilaku tersebut juga dapat membuat kondisi yang sebelumnya terkontrol menjadi lebih sulit dikelola.

Kapan Kesedihan Mulai Menjadi Masalah Kesehatan?

Sedih setelah kehilangan atau peristiwa menyakitkan merupakan respons manusiawi. Tidak semua kesedihan membuat seseorang mengalami gangguan mental atau membutuhkan pengobatan.

Namun, perhatian lebih diperlukan ketika kondisi tersebut membuat seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar atau menjalani aktivitas sehari-hari. Misalnya, seseorang terus-menerus tidak mau makan atau minum, mengalami gangguan tidur berat, tidak mampu bekerja atau merawat dirinya sendiri, mengisolasi diri dalam waktu lama, atau mengalami gejala fisik yang semakin berat.

Depresi juga perlu dibedakan dari kesedihan biasa. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), depresi dapat memengaruhi suasana hati, pikiran, perilaku, tidur, nafsu makan, energi, dan kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.

Yang juga penting adalah risiko bunuh diri. Pada seseorang yang mengalami tekanan emosional berat, munculnya pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup merupakan keadaan darurat yang membutuhkan bantuan segera, bukan sesuatu yang sebaiknya ditunggu sampai membaik sendiri.

Kesedihan tidak bekerja seperti racun yang langsung menghentikan organ tubuh. Namun pengalaman emosional yang sangat berat memang dapat berhubungan dengan perubahan biologis dan perilaku yang berdampak pada kesehatan.

Broken heart syndrome menunjukkan bahwa hubungan antara emosi dan tubuh bukan sekadar ungkapan. Jantung, sistem saraf, hormon, pola tidur, nafsu makan, dan kondisi kesehatan seseorang saling berhubungan. Menjaga tubuh merupakan bagian dari menghadapi masa sulit tersebut, agar tidak mengalami masalah yang lebih fatal. (bl/sa)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: annebroken heart syndromemedia sosialpatah hatisavannah azzahra
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Broken heart syndrome atau takotsubo syndrome akibat stres emosional berat

Patah Hati Bisa Bikin Mati? Kisah Anne dan Broken Heart Syndrome

KRITIK MAKIN RAMAI, ADA APA DENGAN PEMKOT KEDIRI

Fakta Dibalik Pemilihan Ketua KONI Kota Blitar

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In