• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Nganjuk di Usia 1088: Dulunya Tanah Bebas Pajak Hadiah Raja

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
10 April 2025 17:29
Durasi baca: 2 menit
Nganjuk di Usia 1088: Dulunya Tanah Bebas Pajak Hadiah Raja. (foto/Bacaini)

Nganjuk di Usia 1088: Dulunya Tanah Bebas Pajak Hadiah Raja. (foto/Bacaini)

Bacaini.ID, NGANJUK – Wilayah Nganjuk Jawa Timur dalam sejarahnya merupakan tanah bebas pajak atau tanah sima, hadiah dari Kerajaan Medang Kamulan atau Mataram kuno.

Mpu Sindok atau Pu Sindok, penguasa Kerajaan Medang mengungkapkan terima kasih itu (hadiah) kepada rakyat Kakatikan Anjukladang yang kelak dikenal sebagai Nganjuk

Seperti yang terungkap dalam prasasti Anjukladang pada 12 Bulan Caitra tahun 859 Caka atau 10 April 937 Masehi.

Rakyat Kakatikan Anjukladang disebut ikut berjasa dalam kecamuk peperangan melawan Kerajaan Sriwijaya yang mencoba berekspansi ke Jawa.

Peristiwa pemberian tanah sima pada 10 April itu dikenal dengan Manusuk Sima Anjukladang dan kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Nganjuk.

Pada 10 April 2025 ini, Kabupaten Nganjuk diketahui telah memperingati Hari Jadi ke-1088.

“Manusuk Sima ini sebuah proses pemberian desa atau wilayah bebas pajak,” ungkap Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi kepada wartawan Kamis (10/4/2025).

Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar upacara Manusuk Sima Anjukladang di Kompleks Candi Lor Desa Candirejo Kecamatan Loceret.

Sesuai isi prasasti Anjukladang yang ditemukan di Candi Lor, Pu Sindok pada saat itu memerintahkan membangun sebuah tugu yang diberi nama Jayastambha.

“Hari jadi Nganjuk intinya di sini (Candi Lor),” terang Marhaen.

Perayaan Hari Jadi berlangsung meriah. Pemkab Nganjuk menggelar pertunjukan kolosal yang menggambarkan peristiwa peperangan antara Mataram Medang dengan Sriwijaya.

Kemudian juga mempertontonkan tari perayaan kemenangan sekaligus penobatan Raja Pu Sindok sebagai Raja Mataram Medang di Tamwlang.

Terlihat juga adegan arak-arakan oleh Makudur (pemimpin upacara) membawa dupa didampingi Wadhihati (pembantu makudur) berjalan menuju Candi Srijayamerta atau Candilor.

Puncaknya adalah pemberian anugerah atau pasak-pasak berupa uang emas, perak dan kain kepada sejumlah tokoh sebagai saksi penetapan Sima Anjukladang.

Bupati Marhaen berharap pagelaran dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1088 bisa memberi pengetahuan sejarah, khususnya generasi muda Nganjuk.

“Sehingga anak-anak atau masyarakat secara luas tahu persis sejarah Nganjuk, lahirnya Nganjuk ya di sini ini,” pungkasnya.

Penulis: Asep Bahar

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: anjukladangbebas pajakHari Jadi Nganjuknganjuksejarah nganjuktanah sima
Advertisement Banner

Comments 1

  1. $cocoper6 says:
    1 year yang lalu

    Sekarang rakyat nya harus bayar pajak

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Salah satu KDMP di Jombang. Foto: bacaini/Syailendra

Belum Beroperasi, Sejumlah Karyawan KDKMP Mengundurkan Diri

Defi Sugiarto, peternak ayam petelur di Desa Ngulankulon, Pogalan, Trenggalek. Foto: bacaini/Aby

Harga Telur Turun Saat Pakan Naik, Peternak Ayam di Trenggalek Kelimpungan

Muh Samanhudi Anwar memberikan pernyataan akan mundur saat pelantikan Ketua KONI Kota Blitar di tengah polemik dana hibah olahraga dan konflik pemilihan KONI

Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In