Bacaini.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mulai mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemetaan daerah rawan krisis air diperbarui, sementara armada tangki air disiagakan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Selain memperbarui peta daerah rawan kekeringan, BPBD juga menyiapkan distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan pemetaan wilayah dilakukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran ketika kekeringan mulai terjadi.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air di lapangan. Wilayah yang selama ini kerap mengalami kekurangan air menjadi prioritas pengawasan,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD telah menyiapkan armada tangki air yang siap diterjunkan ke desa-desa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan air baku selama musim kemarau.
Dalam beberapa hari terakhir, BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih kepada sekitar 125 kepala keluarga di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, serta sekitar 100 kepala keluarga di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat.
Menurut Edy, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih, tetapi juga disertai langkah mitigasi jangka panjang agar risiko krisis air dapat ditekan pada musim kemarau berikutnya.
Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mulai terjadi kekurangan air di lingkungan masing-masing.
“Kecepatan informasi dari masyarakat sangat penting agar kami bisa segera melakukan penanganan sebelum dampaknya semakin meluas,” katanya.
Laporan terkait kekeringan dapat disampaikan melalui kanal Wadul Gus’e, baik melalui WhatsApp di nomor 081130311188 maupun akun media sosial @wadul.guse, sehingga pemerintah dapat segera melakukan verifikasi dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan. (meg/ADV)




