Bacaini.id, KEDIRI – Sebuah bangunan kosong di lahan perkebunan Desa Djengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri dikenal seram. Berbagai penampakan dan peristiwa misterius sering dijumpai warga di sana.
Keangkeran rumah peninggalan Belanda di area perkebunan Desa Djengkol ini tak main-main. Tim reportase Bacaini.id yang mendatangi rumah tersebut langsung merasakan aura mistis yang sangat kuat.
Kesan seram dan wingit bahkan sudah terasa sejak memasuki gerbang perkebunan PTPN X. Semakin ke dalam suasana angker makin terasa. Deretan rumah tua peninggalan Belanda yang tak berpenghuni menambah seram perjalanan menuju rumah angker di tengah perkebunan.
Suasana angker makin menjadi ketika tiba di rumah yang dituju. Rumah itu menyerupai monster yang bersembunyi di antara ilalang dan semak belukar. Tak ada pintu dan atap di sana. Seluruh bangunan hanya menyisakan tembok tua berlumut. Meski kosong, rumah itu terasa “hidup” dan berpenghuni.
Tak heran jika siapapun enggan melintas di sana, termasuk warga sekitar.
baca ini Hantu Peri di Jalur Maut Gurah Kediri
Misteri rumah itu makin terasa ketika Bacaini mencoba bertanya kepada seorang pencari rumput. Saat ditanya tentang rumah itu, dia buru-buru pergi dan tak mau bercerita. “Tidak tahu. Katanya yang biasa diganggu hanya warga pendatang atau indigo (bisa melihat makhluk halus),” kata Sopiyan sambil berlalu.
Pelacakan tentang sejarah rumah itu menemui titik terang setelah bertemu Supriyono, warga asli Desa Djengkol yang menjadi saksi berbagai peristiwa mistis di sana. Menurut Supriyono rumah itu dihuni beragam makhluk halus.
“Ada hantu kepala tanpa badan, rambutnya panjang dan menggelinding saat ada orang yang lewat. Sosok itu mengganggu, mengagetkan dan membuat siapapun lari ketakutan. Anak saya pernah ketemu,” kata Supriyono membuka cerita.
Penampakan makhluk-makhluk penghuni rumah itu biasa muncul setelah jam 21.00 WIB. Di waktu-waktu itu suasana perkebunan yang mirip hutan dalam keadaan sepi. Banyaknya pohon-pohon besar seperti Mahoni, Jati, Beringin, dan Mangga yang tumbuh liar dan lebat menambah kepekatan malam rumah itu. Apalagi sarana penerangan yang dibangun pengelola perkebunan sangat minim.
baca ini Hantu Farida Legenda Horor Dari Ngadiluwih Kediri
Sosok pengganggu yang cukup sering menampakkan diri adalah hantu perempuan berambut merah. Perempuan itu sering terlihat nongkrong di pohon Jati tepat di samping bangunan rumah. “Mirip kuntilanak,” kata Supriyono.
Hantu ini tergolong jahil. Usai menampakkan diri dan membuat warga lari ketakutan, dia akan mengeluarkan suara tawa yang panjang.

Selain itu, pohon Jati yang dihuni kuntilanak itu juga dijaga sesosok jin yang menyerupai ular besar. Dari cerita yang beredar, ular itu sudah ada sebelum bangunan lain berdiri di sana. Walaupun tidak mengganggu, ular ini akan marah ketika tempatnya disalahgunakan manusia untuk berbuat tidak baik. “Mungkin karena itu rumahnya, jadi marah kalau dirusak. Warga sekitar sudah faham aturan itu,” lanjut Supriyono.
Selain cerita warga yang melihat, perwujudan hantu kuntilanak berambut merah dan ular besar itu diketahui dari goresan Soleh Pati, seorang pelukis supranatural. Angkernya rumah tua di Djengkol itu pernah menarik perhatian salah satu program televisi yang dipandu Thukul Arwana. Di sana Soleh Pati melukiskan perwujudan para penghuni rumah di atas kanvas.
baca ini Ngerinya Warga Yang Tinggal di Sekitar Makam China
Selain dua makhluk itu, lokasi di sekitar rumah juga dihuni genderuwo berbentuk kelelawar dengan kepala manusia. Wajahnya sangat mengerikan.
Genderuwo itu digambarkan Soleh Pati bermata merah, memiliki tanduk runcing, menyeringai dengan gigi taring tajam, serta kuku jari yang sangat panjang.
Sosok tersebut sangat aktif dan memiliki energi negatif kuat hingga bisa menyentuh dan menggerakkan barang-barang yang ada. “Buas sekali sosok ini, energinya negatif dan bisa mengobrak abrik barang,” jelas Surpiyono.
Penampakan lain yang tak kalah sering adalah hantu Nona Belanda. Warga menyebutnya dengan Maria Jeny Sinawang, anak salah satu punggawa perkebunan yang meninggal di salah satu rumah dekat lapangan tenis di sekitar lokasi. Penampakan hantu Jeny sering dijumpai sopir kendaraan yang melintas di kawasan itu.
Supriyono menambahkan keberadaan makhluk ghaib ini tak lepas dari sejarah bangunan tua yang dibangun tahun 1800 silam. Rumah itu menjadi saksi bisu dari “peristiwa Djengkol” yang terjadi pada tahun 1961.
baca ini Makam Eyang Putri Semampir Fakta Atau Mitos
Menurut Supriyono, saat itu terjadi pergolakan perebutan lahan yang melibatkan organisasi underbow PKI seperti Gerwani dan BTI (Barisan Tani Indonesia). Pergolakan itu akibat provokasi anggota PKI yang mengajak masyarakat Djengkol dan sekitarnya untuk mengambil alih tanah perkebunan milik PNP 2122.
“Saat itu saya masih kecil, tetapi menyaksikan sendiri aparat yang datang menggunakan tank dan alat berat untuk meredam aksi tersebut,” terang Supriyono.
Mereka dibawa menggunakan truk dari Desa Jagul menuju Djengkol. Karena tidak cukup tempat, sebagian diamankan di rumah angker itu yang difungsikan menjadi penjara. Orang-orang yang dibawa ke sana hingga kini tak pernah kembali.
Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW
Tonton Videonya: