• Login
Bacaini.id
Monday, May 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengenal Gaya Hidup Slow Living yang Kini Jadi Idaman Penyuka Kualitas

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
7 January 2025 12:20
Durasi baca: 3 menit
Mengenal Gaya Hidup Slow Living yang Kini Jadi Idaman Penyuka Kualitas. (foto ilustrasi/freepik)

Mengenal Gaya Hidup Slow Living yang Kini Jadi Idaman Penyuka Kualitas. (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – Gerakan slow living dimulai pada tahun 1986 yang dimotori oleh Carlo Petrini dan para aktivis slow food Italia.

Slow living merupakan bentuk perlawanan terhadap pembukaan gerai Mc Donald di Piazza di Spagna, jantung kota Roma.

Slow living mengajak tiap individu punya pola pikir mengatur gaya hidup yang lebih bermakna, dan berkesadaran akan hal yang paling berharga dalam hidup.

Slow living menghargai kualitas daripada kuantitas. Menikmati proses ketimbang sekedar mendapatkan hasil dengan cepat.

Perkembangan teknologi yang semakin modern membuat manusia terburu-buru dan merasa butuh sesuatu harus cepat. Hal itu yang dilawan dalam sikap hidup slow living.

Dengan slow living kita lebih memaknai hidup, bukan hanya sekedar menciptakan dan puas, namun juga menikmati prosesnya.

Untuk lebih mengenal slow living, berikut beberapa aktivitas slow living seperti dikutip dari My Wellness Me.

Slow Food

Konsep slow food adalah fokus pada bahan pangan lokal dan menikmati proses pembuatan makanannya.

Slow food bukan hanya tentang makanan, namun juga sebuah aksi mendukung petani lokal, melestarikan tradisi dan mendukung kehidupan yang ramah lingkungan. 

Slow Travel

Bukan tentang mengunjungi tempat terkenal dan viral. Namun mengunjungi suatu tempat untuk berbaur dengan penduduk lokal.

Mempelajari budaya, arsitekturnya, kehidupan sosial, makanan tradisional dan lainnya.

Ini akan mendatangkan pengetahuan dan pengalaman baru serta apresiasi yang lebih besar pada kehidupan. 

Slow Money

Investasi pada pada bidang pertanian, usaha kecil di komunitas lokal. Memperkuat perekonomian lingkungan terdekat dan mempromosikan produk lokal. 

Slow Fashion

Belilah pakaian yang berkualitas tinggi dan fashion yang tak lekang oleh waktu.

Kita tidak hanya akan menghemat uang dalam jangka panjang, namun kita juga akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan.

Dengan menjalani hidup slow living, kita diajarkan untuk berhenti melakukan banyak tugas, melakukan sesuatu dengan tujuan memperkaya pengalaman hidup.

Menikmati setiap proses kegiatan kita dari nol hingga mendapatkan hasil. Konsep hidup slow living mengajarkan kita untuk banyak bersyukur, menikmati hidup bersama lingkungan sekitar.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan slow living. Terutama adalah kesehatan jiwa dan raga.

Tubuh lebih sehat dengan makanan-makanan home made, mental pun lebih sehat karena bisa terhindar dari depresi dan kecemasan. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gaya hidupgaya hidup slow livingslow living
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi teror pocong viral di Jawa Timur yang mengingatkan pada kasus ninja dan kolor ijo

Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

Ilustrasi teror pocong. Foto: bacaini by AI

Teror Pocong, Hoaks yang Menjadi Modus Kriminal

Kepiting berjalan menyamping di pasir pantai sebagai hasil evolusi sejak Periode Jura Awal

Terjawab Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In