Bacaini.ID, KEDIRI – Skandal besar mengguncang komunitas intelijen Amerika Serikat. David J. Rush, mantan pejabat senior CIA setingkat Senior Executive Service, jenjang birokrasi federal tertinggi di bawah pejabat yang ditunjuk presiden, ditangkap oleh FBI pada 19 Mei 2026. Ia dituding mencuri 303 batang emas bernilai lebih dari US$40 juta (sekitar Rp714 miliar) yang disembunyikan di kediamannya di Virginia, Amerika Serikat.
Selain emas, turut disita sekitar US$2 juta uang tunai dan 35 jam tangan mewah, yang sebagian besar adalah merek Rolex.
Kronologi Kejadian
Tahun 2009
David Rush mulai bergabung dengan CIA dengan akses keamanan top-secret/secure compartmented clearance pada tahun 2009.
Februari 2015
Rush secara resmi diberhentikan dengan hormat dari Angkatan Laut AS (sebagai letnan).
Tahun 2015 – seterusnya
Rush diduga tetap mengklaim tunjangan cuti militer sebesar 744 jam meski sudah tidak aktif, senilai sekitar US$77.000
November 2025 – Maret 2026
Rush mengajukan beberapa permintaan kepada pemerintah AS untuk memperoleh sejumlah besar mata uang asing dan puluhan juta dolar dalam bentuk emas batangan untuk pengeluaran terkait pekerjaan.
Awal 2026
Audit internal CIA gagal menemukan emas di lokasi penyimpanan resmi; tidak ada catatan pelaporan penggunaan aset
Sebelum 18 Mei 2026
Direktur CIA John Ratcliffe menyerahkan kasus ini ke FBI setelah penyelidikan internal mengidentifikasi dugaan pelanggaran hukum.
18 Mei 2026
FBI mengeksekusi surat perintah penggeledahan di rumah Rush; menemukan 303 batang emas, uang tunai, dan 35 jam tangan mewah
19 Mei 2026
Rush ditangkap dan ditahan oleh US Marshals Service
5 Juni 2026
Sidang penahanan dijadwalkan di hadapan Hakim Magistrat William Fitzpatrick, Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Virginia
Siapa David Rush?
Rush menjabat sebagai senior executive service-level employee di CIA — posisi dengan akses top-secret tingkat tertinggi yang diberikan kepada segelintir pejabat intelijen. Ia bergabung dengan CIA pada 2009 dan meniti karir hingga ke puncak hierarki birokrasi intelijen AS.
Dokumen pengadilan federal mengungkap bahwa seluruh latar belakang akademis dan militer Rush adalah palsu:
Rush mengklaim memiliki gelar sarjana dari Clemson University dan gelar magister dari Rensselaer Polytechnic Institute (RPI). Namun penyelidikan federal menemukan bahwa tidak ada catatan Rush pernah terdaftar atau menyelesaikan pendidikan di kedua institusi tersebut.
Rush mengklaim pernah menjabat sebagai kapten dan pilot Angkatan Laut AS. Faktanya, menurut dokumen pengadilan via The Guardian, Rush meninggalkan dinas militer pada Februari 2015 dengan pangkat letnan — bukan kapten — dan tidak ada bukti ia pernah berdinas sebagai pilot.
Setelah diberhentikan dari Angkatan Laut pada 2015, Rush diduga terus mengklaim 744 jam cuti militer di lembar absensi resminya, menghasilkan pembayaran tidak sah sebesar sekitar US$77.000 (sekitar Rp1,3 miliar).
FBI mengeksekusi surat perintah penggeledahan pada 18 Mei 2026, dan menemukan 303 batangan emas, uang tunai sekitar US$2 juta, dan 35 jam tangan mewah (banyak di antaranya Rolex). Dokumen pengadilan tidak menjelaskan mengapa aset tersebut masih berada di rumah Rush dan tidak dipindahkan.
Kasus ini diajukan di U.S. District Court for the Eastern District of Virginia dengan sejumlah dakwaan. Di antaranya pencurian aset publik/keuangan negara (criminal theft of public money), penipuan terkait pendidikan dan militer, dan kecurangan lembar waktu militer.
Permohonan jaminan Rush ditolak oleh pengadilan, dan ia akan dihadapkan pada Hakim Magistrat William Fitzpatrick pada 5 Juni 2026.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius tentang keandalan sistem background check CIA. Rush diduga menggunakan kredensial palsu sejak 2009 — nyaris dua dekade sebelum penangkapan — untuk memperoleh posisi Senior Executive Service dengan akses top-secret. Fakta bahwa kecurangan berlangsung lebih dari 15 tahun tanpa terdeteksi mengindikasikan adanya celah struktural dalam proses verifikasi identitas dan rekrutmen badan intelijen AS.
Penulis: Danny Wibisono
Editor: Hari Tri Wasono





