Bacaini.ID, JEMBER – Sebuah rumah berdinding anyaman bambu di Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, menjadi perhatian Bupati Jember Muhammad Fawait. Setelah menerima laporan melalui kanal Wadul Gus’e, pemerintah memastikan rumah milik Sucipto akan masuk program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) tahun ini.
Upaya Pemerintah Kabupaten Jember menekan angka kemiskinan terus dilakukan melalui berbagai program, salah satunya perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Program tersebut menjadi bagian dari target pembangunan 1.000 rumah layak huni yang dicanangkan pada 2026.
Senin (13/7/2026), Bupati Jember Muhammad Fawait mendatangi rumah Sucipto di Dusun Pondok Lalang, RT 004 RW 008, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah. Kunjungan itu dilakukan setelah pemerintah menerima aduan warga melalui kanal Wadul Gus’e.
Di lokasi, Bupati Fawait melihat langsung kondisi rumah Sucipto yang sebagian besar masih berbahan bambu dan dinilai tidak lagi layak ditempati. “Kami datang setelah menerima laporan melalui Wadul Gus’e. Kami ingin memastikan langsung kondisi warga yang diusulkan menerima bantuan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Pemkab Jember memastikan Sucipto akan menerima bantuan renovasi rumah melalui program RTLH.
“Kami pastikan rumah Pak Sucipto akan segera dibangun menjadi rumah yang lebih layak untuk dihuni,” kata Bupati Fawait.
Ia menegaskan, pemerintah menargetkan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 1.000 unit rumah tidak layak huni sepanjang tahun ini. Program tersebut, kata dia, akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak warga yang memperoleh hunian yang aman dan sehat.
Bupati Fawait juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif melaporkan rumah-rumah yang kondisinya memprihatinkan melalui kanal Wadul Gus’e. Laporan tersebut akan menjadi dasar verifikasi sebelum pemerintah menyalurkan bantuan.
Selain renovasi rumah, Pemkab Jember menyiapkan pendampingan bagi keluarga penerima manfaat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Anak-anak dari keluarga tersebut akan difasilitasi mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat secara gratis, sekaligus memperoleh dukungan berupa laptop, kebutuhan makan, dan pemenuhan gizi harian.
Harapannya, langkah itu diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan dan kesejahteraan keluarga. (meg/ADV)




