• Login
Bacaini.id
Wednesday, August 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kucing Nine Lives Akhirnya Ditembak Mati dan Picu Polemik

Predator liar yang selama tiga tahun memangsa satwa endemik akhirnya ditangkap dan ditembak mati, namun keputusan tersebut memicu perdebatan luas di media sosial

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
5 August 2026 21:50
Durasi baca: 3 menit
Kucing liar Nine Lives yang menjadi buronan konservasi di Selandia Baru selama tiga tahun

Nine Lives, kucing liar yang selama tiga tahun menjadi buronan konservasi di Selandia Baru karena memangsa satwa endemik, akhirnya berhasil ditangkap dan ditembak mati (foto/ist)

Bacaini.ID, SELANDIA BARU – Seekor kucing liar berjuluk Nine Lives atau Sembilan Nyawa yang selama tiga tahun menjadi buronan utama di Selandia Baru akhirnya berhasil ditangkap. Predator yang memangsa puluhan satwa endemik tersebut kemudian ditembak mati sesuai aturan konservasi, tetapi langkah itu justru memicu polemik di media sosial.

Baca Juga: Warna Bulu Kucing Ternyata Menunjukkan Wataknya

Kucing Nine Lives bukanlah kucing biasa. Sudah tiga tahun terakhir menguasai Semenanjung Purerua ujung Pulau Utara Selandia Baru, dan menjadi teror nyata bagi ekosistem lokal. Puluhan ekor pateke atau bebek teal cokelat, jenis bebek daratan paling langka di Selandia Baru telah dimangsanya. Sekitar 1% dari total populasi pateke ludes. Juga anak burung kiwi dan spesies dilindungi lainnya seperti tokek dan kadal endemik.

Cerita perburuan kucing Nine Lives dimulai tahun 2023 ketika proyek konservasi Pest Free Purerua baru saja melepasliarkan 20 ekor bebek pateke ke alam. Mereka mengira populasi kucing liar di sana sudah terkendali. Namun kematian pertama terjadi seminggu kemudian. Kamera pengawas mengidentifikasi seekor kucing dengan tanda-tanda khusus sebagai pelakunya. Di hari lain belasan bebek kembali mati dibantai oleh kucing yang sama.

Tim konservasi langsung bersiaga penuh dengan mendatangkan lebih banyak jebakan, peralatan canggih, hingga kamera malam. Meskipun beberapa kucing liar lain berhasil ditangkap, Nine Lives selalu lolos dari buruan para penjaga. Ketika pihak konservasi kembali melepasliarkan lebih banyak bebek pada 2024, ia kembali muncul dan menghabisi 15 dari 20 bebek.

Menurut laporan, perilaku Nine Lives sangat tak terduga. Ia bisa muncul di suatu tempat, lalu menghilang selama dua atau tiga bulan. Waktu kemunculannya tidak bisa diprediksi, bisa saat senja, tengah malam, dini hari, atau bahkan siang hari. Pola yang tidak menentu inilah yang membuatnya sangat sulit dilacak.

Berulang kali hampir tertangkap, kucing cerdik ini selalu berhasil lolos di detik-detik terakhir yang itu jadi alasan diberi julukan ‘Nine Lives’.

Umpan Ayam Goreng Berhasil Menjebak Nine Lives

Pelarian panjang Nine Lives akhirnya benar-benar berakhir pada akhir Juli lalu. Tim konservasi menyadari buruan mereka sedang mendatangi area quari (tambang batu) selama tiga malam berturut-turut, sebuah kebiasaan yang tidak biasa.

Baca Juga: Di Mata Kucing Manusia Adalah Kucing?

Melihat celah tersebut, tim langsung bergerak cepat dengan memasang kandang jebakan serta menaburkan salmon, ayam goreng, dan kelinci sebagai umpan. Tepat 30 Juli, sebuah notifikasi muncul dari kamera ponsel yang terhubung ke jebakan: bayangan seekor kucing tertangkap di dalam kandang.

Tim konservasi segera meluncur ke lokasi penangkapan. Sesuai aturan konservasi Selandia Baru terkait pengendalian hama dan kucing liar, Nine Lives diputuskan ditembak mati oleh petugas konservasi resmi lantaran statusnya sebagai predator invasif yang merusak ekosistem.

Kematian Nine Lives Memicu Perdebatan Publik

Meski menjadi angin segar bagi para pegiat konservasi satwa liar, kematian Nine Lives justru memicu perdebatan sengit di media sosial. Selandia Baru dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kepemilikan kucing peliharaan tertinggi di dunia.

hype.moment
104K pengikut
Lihat Profil
▶
Lihat lainnya di Instagram

Sebagian warganet merasa ngeri dan menyayangkan keputusan penembakan tersebut, berpendapat bahwa sang kucing tetap berhak hidup. Namun, di sisi lain, banyak pula yang memuji penangkapan ini sebagai kemenangan besar bagi perlindungan satwa endemik.

Sebagai bagian dari edukasi publik, jasad Nine Lives tidak akan dibuang begitu saja. Rencananya, bangkai kucing legendaris ini akan diawetkan untuk dijadikan media pembelajaran bagi masyarakat mengenai dampak besar dari kucing liar terhadap kelestarian satwa asli Selandia Baru.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: kucingkucing liarnine livessatwa liarselandia baru
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kucing liar Nine Lives yang menjadi buronan konservasi di Selandia Baru selama tiga tahun

Kucing Nine Lives Akhirnya Ditembak Mati dan Picu Polemik

Ilustrasi Sekolah Rakyat Taman Putera era kolonial Belanda

Sri Panggian, Pendiri Sekolah Rakyat yang Melawan Belanda

Suasana Desa Wisata Penglipuran di Bangli Bali yang akan ditutup sementara pada 6 September 2026 untuk pelaksanaan Upacara Melasti

Desa Wisata Penglipuran Ditutup 6 September, Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In