• Login
Bacaini.id
Tuesday, June 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Korporasi Besar Kunci Rantai Industri Ayam dari Hulu ke Hilir

ditulis oleh Redaksi
2 June 2026 11:57
Durasi baca: 2 menit
Peternak ayam di Blitar membagikan telur gratis sebagai protes anjloknya harga telur. Foto: istimewa

Peternak ayam di Blitar membagikan telur gratis sebagai protes anjloknya harga telur. Foto: istimewa

Bacaini.ID, KEDIRI – Aksi bagi-bagi telur secara gratis oleh peternak ayam di Kabupaten Blitar, Senin, 1 Juni 2026, menjadi puncak kemarahan mereka. Bagaimana tidak, harga jual telur anjlok di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP).

“Sampai detik ini harga telur tidak baik-baik saja,” kata Bupati Blitar Rijanto di tengah aksi protes para peternak ayam petelur di daerahnya.

Industri industri perunggasan Indonesia sedang terpuruk. Bukan hanya karena surplus produksi, melainkan praktik oligarki yang menguasai rantai usaha ayam dari hulu ke hilir. Korporasi besar dan jaringan tengkulak tampil sebagai pengendali. Pemerintah seperti tak berdaya sebagai regulator. Sementara peternak rakyat dan masyarakat menjadi korban dari ketidakadilan tata niaga.

Industri ayam di Indonesia telah lama dikuasai oleh segelintir korporasi yang menjalankan integrasi vertikal. Mereka menguasai pakan, bibit, hingga distribusi telur. Dengan posisi dominan, harga di tingkat peternak rakyat bisa ditekan sesuka hati.

Kekuatan korporasi ini bukan hanya soal modal, tetapi juga akses kebijakan. Ketika pemerintah menetapkan Harga Acuan Pemerintah (HAP) Rp26.500/kg, kenyataannya harga di kandang jatuh hingga Rp21.000/kg. Korporasi tetap bertahan, sementara peternak kecil merugi.

Harga Dikendalikan Tengkulak

Di tingkat lokal, tengkulak menjadi aktor yang paling nyata menekan peternak. Mereka membeli telur dengan harga rendah dari peternak yang butuh uang cepat, lalu menjual dengan margin besar ke pasar. Konsumen tidak pernah benar-benar menikmati harga murah, sementara keuntungan terkonsentrasi di tangan middleman.

“Telur kami dibeli murah, tapi di pasar tetap mahal. Kami yang rugi, tengkulak yang untung,” keluh seorang peternak di Blitar.

Pemerintah yang hadir sebagai pemegang regulasi berdiri tanpa gigi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai solusi penyerap produksi justru tidak berjalan maksimal. Stok telur menumpuk, distribusi ke sekolah tidak konsisten, bahkan muncul keluhan anak-anak yang bosan makan telur setiap hari.

Tanpa mekanisme kontrol yang kuat, kebijakan harga acuan hanya menjadi angka di atas kertas. Oligarki tetap bebas memainkan pasar.

Peternak rakyat, yang sesungguhnya menyumbang hampir seluruh produksi telur nasional, kini berada di ujung tanduk. Mereka menanggung kerugian akibat harga jual di bawah biaya produksi.

Banyak peternak terpaksa menutup kandang. Hal ini berdampak pada hilangnya mata pencaharian keluarga dan terganggunya ketahanan pangan lokal.

Masyarakat Menanggung Dampak Sosial

Ketika peternak kecil tersingkir, masyarakat luas ikut menanggung akibat. Harga telur di pasar tetap tinggi, sehingga konsumen tidak menikmati keadilan harga.

Ketahanan pangan terganggu karena produksi rakyat melemah. Dan yang paling tragis, lapangan kerja hilang memperburuk kondisi sosial-ekonomi desa.

Praktik oligarki dalam rantai usaha ayam sudah menadi ancaman terhadap keadilan ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Ketika segelintir pemain menguasai rantai pasok, masyarakat kehilangan akses pada harga wajar. Sementara peternak kecil kehilangan mata pencaharian.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: blitarbupati blitarharga teluroligarkipeternak ayam
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peternak ayam di Blitar membagikan telur gratis sebagai protes anjloknya harga telur. Foto: istimewa

Korporasi Besar Kunci Rantai Industri Ayam dari Hulu ke Hilir

Seller online mengeluhkan potongan marketplace yang semakin tinggi dan mulai beralih ke platform lokal serta toko online mandiri

Biaya Marketplace Makin Tinggi, Seller Mulai Beralih ke Platform Lokal dan D2C

Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menemui peternak rakyat saat aksi pembagian 1 juta telur gratis di depan Kantor Pemkab Blitar

Wabup Blitar Optimistis Harga Telur Bisa Distabilkan, Peternak Rakyat Keluhkan Harga Anjlok

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In