• Login
Bacaini.id
Sunday, August 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Rafa, Tak Putus Mengaji Meski Mengidap Cerebral Palsy

ditulis oleh Editor
11 January 2022 16:17
Durasi baca: 3 menit
Rafa bersama sang ibu yang selalu menemaninya belajar. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Rafa bersama sang ibu yang selalu menemaninya belajar. Foto: Bacaini/AK.Jatmiko

Bacaini.id, KEDIRI – Keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk belajar. Tak terkecuali bagi Rafa Azizan, seorang anak berusia 11 tahun yang divonis lumpuh otak sejak lahir.

Meski tubuhnya sulit digerakkan akibat menderita kelainan Cerebral Palsy atau lumpuh otak, Rafa tetap memiliki semangat yang tinggi untuk belajar demi menggapai cita-cita.

Rafa terlihat serius dan antusias saat membaca buku pelajaran uang ada di pangkuannya. Di rumahnya yang berada di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, siswa kelas 4 SD ini sedang belajar ditemani ibunya, Novi Nurdiana.

Novi mengatakan, Rafa lahir dalam kondisi prematur saat dia masih mengandung usia 6 bulan. Sejak saat itulah, Rafa sudah divonis mengidap kelainan Cerebral Palsy. Sesekali tangan dan kaki Rafa terlihat bergetar yang menurut ibunya sudah biasa.

“Kata dokter sudah ada tanda-tanda sejak lahir,” kata Novi kepada Bacaini.id, Senin, 10 Januari 2022.

Menurutnya, Rafa lebih sering tiduran, untuk duduk pun dia harus didudukkan orang lain, sehingga ruang geraknya memang lebih terbatas. Meski begitu, dia tetap bisa sekolah seperti pada umumnya anak-anak seusianya. Mulai dari membaca, menulis dan untuk menerima materi pelajaran pun juga bukan hal yang sulit bagi Rafa.

“Tapi memang harus belajar terus dan selalu diingatkan biar tidak lupa. Uniknya sampai sekarang dia belum bisa menulis huruf ‘X’, hanya satu huruf itu, dokter saja juga heran,” terangnya.

Membaca buku menjadi kegemaran Rafa untuk mengisi waktu dan mengatasi kejenuhannya saat berada di rumah. Bahkan, ditengah segala kekurangannya, putra pasangan Jeri Heka dan Novi Nurdiana ini juga mampu menghafal sejumlah surat-surat pendek dalam Al-Quran.

Siswa SD Bandar Kidul 2 ini mengaku mata pelajaran agama Islam menjadi mata pelajaran favoritnya di sekolah. Dengan semangat belajar yang tinggi, sambil menunduk, Rafa mengatakan cita-citanya sebagai guru.

“Rafa memang anaknya pemalu, apalagi sama orang baru yang belum dikenal. Dia juga memiliki ketakutan dalam beberapa hal, misalnya ada suara yang keras dia juga takut,” ujar ibu 34 tahun itu.

Lebih lanjut, Novi mengungkapkan jika Rafa sudah menjalani pengobatan dengan fisioterapi hingga usia 6 tahun. Setelah itu pengobatan alternatif menjadi pilihannya bersama suami untuk meringankan kelainan yang dialami anak laki-lakinya.

Tidak dipungkiri, butuh banyak biaya agar bisa rutin memberikan terapi khusus pengidap Cerebral Palsy. Sementara ayah Rafa yang bekerja sebagai karyawan swasta baru saja keluar dari pekerjaannya.

Biaya ratusan ribu rupiah setiap satu kali berobat menjadi terasa lebih berat. Tetapi, hingga kini pihak keluarga masih terus berupaya untuk rutin membawa Rafa berobat ke rumah sakit.

“Harapannya ada fisioterapi yang datang ke rumah, biar anaknya sendiri juga lebih nyaman,” harap Novi.

Dengan segala keterbatasan, Rafa tetap semangat melanjutkan pendidikannya. Dia ingin membuktikan bahwa kelainan yang dideritanya bukan jadi penghalang untuk belajar dan meraih cita-cita.

Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira Kharisma

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Warga Blitar dan Malang membuka paksa portal Jalan Bendungan Lahor setelah penutupan akses oleh PJT I pada 1 Agustus 2026

Portal Jalan Bendungan Lahor Dibuka Paksa Warga Blitar, Penutupan Gagal

Pengisian tangki BBM di SPBU. Foto: Pertamina

Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026

Nasirun maestro lukis Indonesia yang meninggal dunia pada 1 Agustus 2026

Nasirun Meninggal Dunia, Profil Maestro Lukis Indonesia dan Jejak Karyanya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In