• Login
Bacaini.id
Thursday, May 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Kediri Ketika Menjadi Pasar Opium Terbesar di Jawa

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
1 May 2024 08:54
Durasi baca: 4 menit
Kisah Kediri Ketika Menjadi Pasar Opium Terbesar di Jawa. (foto/ist)

Kisah Kediri Ketika Menjadi Pasar Opium Terbesar di Jawa. (foto/ist)

Bacaini.id, KEDIRI – Menghisap opium atau yang populer dengan sebutan candu, sudah menjadi gaya hidup warga Kediri, Jawa Timur. Pada abad ke-19, menikmati opium dilakukan di pondok-pondok umum yang tersedia.

Sebagian besar dari mereka berasal dari kelas sosial bawah, mulai pedagang keliling, pekerja upahan, kuli, hingga tukang. Berbeda dengan golongan priyayi dan orang-orang Tionghoa berkantong tebal.

Para kuli menghisap jenis opium rendah, yakni opium mentah atau candu yang disuling dan dicampur penguat rasa. Beberapa candu memakai racikan tanaman liar daun awar-awar yang dicampur sedikit gula.

Mereka menggunakan batang daun papaya sebagai perangkat hisap yang usai dipakai langsung buang.  

Sementara para priyayi Jawa dan orang-orang Tionghoa kaya menghisap candu berkualitas baik dan lebih mahal. Mereka memakai pipa-pipa penghisap bermutu bagus (badudan). Sebagian besar orang Tionghoa menikmati opium di rumah atau klub-klub opium pribadinya.

“Rakyat kebanyakan menghisap campuran yang lebih rendah kualitasnya dengan menggunakan pipa sederhana dan menikmati ramuan lebih murah, seperti tike, daun awar-awar (ficus septica), dirajang halus dan dicampur dengan candu dan gula,” tulis James R Rush dalam buku “Candu Tempo Doeloe, Pemerintah, Pengedar dan Pecandu 1860-1910 . 

Menghisap candu bagi para priyayi Jawa menjadi life style. Bagi mereka opium menjadi bagian keramahtamahan sosial. Opium selalu hadir di acara pesta yang digelar priyayi Jawa. Mereka memakai candu sebagai suguhan para tamu laki-laki.  

Pada masyarakat desa dan perkebunan, bagi-bagi opium menjadi tradisi di setiap musim panen padi dan awal petik kopi. Sebagian orang meyakini candu memiliki pengaruh baik pada stamina.

Opium memberi energi………

Baca halaman 2

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 1 of 3
123Next
Tags: candu di kedirikediri pasar canduopiumopium jaman kolonial
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi cara menyimpan daging kurban di freezer menggunakan plastik zip lock agar tetap awet dan higienis

5 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Awet 6 Bulan, Jangan Dicuci Sebelum Masuk Freezer

Petugas dan warga berada di lokasi ledakan petasan balon udara di Dusun Tekik Gandusari Blitar

Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar Tewaskan 1 Warga dan Lukai 2 Anak

Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In