• Login
Bacaini.id
Friday, September 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ketika Warga Kediri Mulai Belajar Marah di Media Sosial

ditulis oleh Hari Tri Wasono
11 September 2026 19:32
Durasi baca: 6 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor

Dulu, kalau warga Kota Kediri sedang kesal kepada pemerintah, tempat pelampiasannya tidak jauh-jauh dari warung kopi.

Keluhannya biasanya sederhana. Tentang jalan yang rusak, pelayanan yang ribet, proyek yang tak kunjung selesai, sampai janji politik yang perlahan menghilang bersama spanduk kampanye. Setelah kopi habis, obrolan pun selesai.

Sekarang, ceritanya berbeda. Warga Kota Kediri tampaknya mulai menemukan tempat baru untuk marah, yakni media sosial.

Beberapa bulan terakhir, lini masa warga Kediri semakin ramai dengan berbagai kritik terhadap Pemerintah Kota Kediri. Mulai dari janji pembangunan Alun-Alun Kota Kediri yang belum juga tuntas, kontroversi penamaan taman publik menjadi Taman Prameswati, isu pembangunan jalan tol yang disebut-sebut mengalami hambatan, hingga yang terbaru dugaan persoalan korupsi pembangunan sebuah gedung sekolah.

Kritik datang dari mana-mana. Akun-akun media sosial bermunculan. Postingan dibagikan. Video dipotong. Narasi dibuat. Komentar berdatangan.

Dan yang menarik, publik tampaknya tidak hanya menjadi penonton. Mereka ikut menyimak. Ikut berkomentar. Ikut menyebarkan. Bahkan, kadang-kadang ikut menambahkan cerita versi mereka sendiri.

Salah satu persoalan klasik dalam politik adalah janji. Saat kampanye, janji terdengar seperti harapan. Setelah menang, janji berubah menjadi tagihan.

Persoalan pembangunan Alun-Alun Kota Kediri, misalnya, menjadi salah satu isu yang terus dibicarakan masyarakat. Apa yang dulu disampaikan dalam momentum politik kini kembali muncul di ruang publik.

Bedanya, masyarakat sekarang punya arsip. Video kampanye bisa dicari. Pernyataan bisa diputar ulang. Janji bisa di-screenshot.

Politisi zaman sekarang, pada akhirnya, tidak hanya berhadapan dengan masyarakat yang mudah lupa. Mereka juga berhadapan dengan internet yang ingatannya kadang jauh lebih baik.

Mungkin inilah yang membuat media sosial menjadi ruang yang cukup merepotkan bagi pemerintah. Tidak semua warga memahami dokumen perencanaan pembangunan. Tidak semua orang membaca APBD. Tidak semua pula paham proses birokrasi. Tapi mereka tahu satu hal sederhana.

“Dulu bilangnya begini, kok sekarang belum jadi?”

baca selanjutnya………………

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 1 of 3
123Next
Tags: alun-alun kediricat warrior indonesiainstagrampemkot kediritaman prameswatitol kediriVinanda PrameswatiWali Kota Kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ketika Warga Kediri Mulai Belajar Marah di Media Sosial

Pemkab Kediri Hadirkan Wajah Baru Museum Sebagai Pusat Layanan Budaya Terpadu

Pemkot Blitar meraih puluhan penghargaan sepanjang 2025

Prestasi Pemkot Blitar Sepanjang 2025: Antikorupsi, WTP hingga Lingkungan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In