• Login
Bacaini.id
Monday, September 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kenapa Politisi Kediri Suka Menjadi Tukang Becak?

Video Edy Herwianto dan Reza Darmawan sedang menarik becak beredar di media sosial. Kini, becak telah menjadi bahasa visual politik.

ditulis oleh Hari Tri Wasono
28 September 2026 06:08
Durasi baca: 4 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor
Ilustrasi Edy Herwianto dan Reza Darmawan menarik becak. Foto: Bacaini/AI

Kita hidup pada zaman ketika hampir semua aktivitas bisa menjadi konten. Makan bisa menjadi konten, ngopi bisa menjadi konten, bertemu warga bisa menjadi konten, memeriksa jalan rusak bisa menjadi konten, dan tentu saja, menarik becak juga bisa menjadi konten.

Ini bukan tuduhan bahwa semua aktivitas tersebut palsu. Sebab tidak ada yang bisa mengetahui niat seseorang hanya dari sebuah video berdurasi beberapa detik.

baca ini: Strategi PSI Menjadikan Jawa Timur Kandang Gajah

Tetapi ada satu hal yang sulit dibantah, ketika sebuah aktivitas dipilih untuk direkam dan disebarkan, aktivitas itu telah berubah menjadi komunikasi publik. Apalagi jika yang melakukannya adalah politisi.

Maka persoalannya bukan lagi sekadar apakah ia benar-benar bisa menarik becak. Tetapi apa yang ingin dikomunikasikan melalui adegan itu?

Inilah perbedaan politik zaman dulu dengan politik di era media sosial. Dulu politisi mungkin cukup datang ke pasar. Sekarang kedatangan itu harus punya gambar.

Dulu bertemu tukang becak adalah peristiwa biasa. Sekarang peristiwa itu bisa menjadi video berdurasi 30 detik, diberi musik, diberi teks, lalu beredar ke ribuan ponsel.

Politik akhirnya tidak hanya membutuhkan tindakan, tetapi juga visualisasi tindakan.

Persoalannya adalah, tukang becak tidak sedang membuat konten. Sementara politisi berharap bisa mendapatkan gambar tentang perjuangan rakyat dengan menarik becak. Rakyat tetap menjalani perjuangannya setelah kamera dimatikan.

Karena itu, ukuran kedekatan seorang politisi dengan tukang becak seharusnya tidak berhenti pada berapa jauh ia mampu mengayuh becak. Tetapi apa yang ia lakukan setelah turun dari becak?

Apakah ia memahami persoalan pengemudi becak? Apakah ia mengetahui berapa rata-rata penghasilan mereka? Bagaimana perlindungan sosial mereka? Bagaimana masa depan profesi tersebut ketika transportasi online semakin berkembang? Dan kalau suatu saat memiliki kekuasaan, kebijakan apa yang akan dibuat untuk mereka?

Di situlah empati berubah menjadi kebijakan.(htw/edt)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 2 of 2
Prev12
Tags: bacainiidbecakpolitikkedirihariinipolitikkediriPolitikKerakyatan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi Edy Herwianto dan Reza Darmawan menarik becak. Foto: Bacaini/AI

Kenapa Politisi Kediri Suka Menjadi Tukang Becak?

Benci Hari Senin? Mungkin Kamu Cuma Butuh Cara Baru Memulainya

Perempuan melakukan perawatan kulit setelah usia 30 untuk menjaga kesehatan kulit

Usia 30 Bukan Tanda Kulit Menua, Ini Perubahan yang Mulai Terjadi pada Perempuan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In