• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kenangan Monumen Batalyon Sikatan Yang Digusur

ditulis oleh Editor
19 August 2022 08:18
Durasi baca: 2 menit
Selamatan di Monumen Batalyon Sikatan Tulungagung yang segera digusur. Foto: Bacaini/Setiawan

Selamatan di Monumen Batalyon Sikatan Tulungagung yang segera digusur. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Monumen Batalyon Sikatan di Tulungagung merupakan sebuah pengingat perjuangan para pahlawan dalam agresi militer Belanda II yang berniat menguasai Tulungagung. Bahkan dalam waktu satu malam, para pahlawan ini mampu mengugurkan seorang jendral pasukan NICA dari Belanda.

Komandan Kompi Markas Yonif Raider 500/ Sikatan, Lettu Inf Iskak Sutarman menceritakan, monumen Batalyon Sikatan yang berada di kawasan Jembatan Ngujang I, Kecamatan Ngantru, Tulungagung merupakan salah satu monumen perjuangan pasukan pembela tanah air dari Batalyon Sikatan dalam memperjuangkan kawasan Tulungagung pada saat Agresi Belanda ke II tahun 1949 – 1450 silam. 

“Pada saat agresi Belanda II, pasukan NICA bersenjata lengkap berangkat dari Kecamatan Srengat, Blitar, menuju Tulungagung dengan tujuan menyerang dan menguasi. Namun pada saat itu, pasukan kecil dari Batalyon Sikatan sudah siap untuk menghadang pasukan Belanda di Jembatan Ngujang I,” kata Lettu Inf Iskak mengawali ceritanya kepada Bacaini.id, Kamis, 18 Agustus 2022.

Lettu Inf Iskak mengatakan, ketika pasukan Batalyon Sikatan berhadapan dengan pasukan NICA Belanda di Jembatan Ngujang I, pertempuran tidak bisa dielakan. Pasukan NICA berusaha melakukan sabotase dengan memutus Jembatan Ngujang I menggunakan bom peledak. Pertempuran bersejarah itu, terjadi dalam satu malam.

“Pada pertempuran itu, pasukan NICA Belanda menggunakan senjata lengkap beserta tanknya. Sedangkan pasukan kecil Batalyon Sikatan hanya menggunakan senjata sederhana semi otomatis saja,” terangnya.

Pria berbadan tegap itu menjelaskan, setelah pertempuran semalam suntuk dengan pasukan NICA Belanda, peperangan pun akhirnya dimenangkan oleh pasukan Batalyon Sikatan. Bahkan pasukan yang tak pernah gagal dalam menjalankan misi itu berhasil menumbangkan salah satu Brigadir Jendral dari pasukan NICA Belanda di Jembatan Ngujang I.

“Untuk jumlah korban peperangan, kami memang tidak memiliki catatannya, tapi yang pasti seorang Jendral dari pasukan NICA Belanda gugur dalam medan pertempuran itu,” ungkapnya bangga.

Dari peristiwa bersejarah itulah monumen Batalyon Sikatan dibuat dan ditempatkan di dekat Jembatan Ngujang I pada tahun 1986. Monumen ini menjadi saksi bisu perjuangan pahlawan dalam mempertahankan Tulungagung sehingga tidak mampu dikuasai musuh. Namun sayangnya monument bersejarah ini harus dipindahkan dari lokasi awal.

“Karena hari ini proyek perbaikan Jembatan Ngujang I mulai dilakukan, maka terpaksa monumen ini harus dipindahkan. Pemindahan ini juga sudah mendapatkan restu dari senior Batalyon Sikatan,” bebernya.

Lebih lanjut, Lettu Inf Iskak menambahkan, rencananya monumen ini akan diangkat menggunakan crane dan pidahkan ke lokasi yang aman. Apabila nanti dalam proses pemindahan terjadi kerusakan, maka pihak dari Bina Marga akan mengganti monumen Batalyon Sikatan.

“Monumen Batalyon Sikatan rencananya akan dipindah di sisi belakang dari lokasi awal. Maka dari itu sebelum dipindah, kami melakukan selametan di monumen Batalyon Sikatan ini,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Monumen Batalyon Sikatan Tulungagung DigusurPembangunan Jembatan Ngujang I
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Batu rubi jumbo 11.000 karat temuan terbaru di Mogok Myanmar

Rubi Jumbo 11.000 Karat Hebohkan Myanmar, Batu Mulia Terbaik

Ahmad Dhani dan Maia Estianty sambut kelahiran cucu pertama berweton Minggu Pahing

Cucu Ahmad Dhani Lahir Minggu Pahing, Ini Watak dan Karakternya Menurut Primbon Jawa

Aktivitas pedagang di Pasar Pahing kota Kediri. Foto:bacaini/AK Jatmiko

Rupiah Terjun Bebas, Ini Dampaknya Bagi Rakyat Kecil

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In