• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Jumlah Santri Korban Pencabulan di Ponpes Trenggalek Bertambah

Berkas perkara 5 korban pencabulan oleh oknum kiai dan gus telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Trenggalek

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
23 October 2025 18:05
Durasi baca: 2 menit
oknum kiai dan gus di ponpes Trenggalek terdakwa pencabulan

Korban dugaan kasus pencabulan santri di salah satu ponpes di Trenggalek bertambah (foto/Bacaini)

Bacaini.ID, TRENGGALEK – Korban kasus pencabulan oknum kiai dan putranya terhadap santri di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur bertambah.

Ada 5 santri yang mengaku juga menjadi korban pencabulan di lingkungan pondok pesantren. Kejaksaan Negeri Trenggalek telah menerima berkas perkara mereka.

Penambahan jumlah santri korban diketahui terjadi usai kedua terdakwa dijatuhi vonis hukuman 9 tahun penjara.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Trenggalek, Yan Subiono, mengatakan baru menerima pelimpahan berkas perkara dari penyidik terkait 5 korban tambahan.

“Pada hari ini kami menerima pelimpahan perkara atas nama Masduki dan Muhammad Faisol dari penyidik. Ini menindaklanjuti perkara sebelumnya,” ujar Yan Subiono, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga:

  • Kasus Pimpinan Ponpes Trenggalek Cabuli Santriwati Hingga Hamil Disidangkan
  • 12 Santri Tulungagung Mengaku Dicabuli Ustadz di Pesantren
  • Lagi, Pimpinan Ponpes di Trenggalek Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati

Kedua terdakwa kasus pencabulan adalah Masduki (72) dan putranya, Muhammad Faisol Subhan (37). Masduki dikenal sebagai kiai di salah satu ponpes di wilayah Kecamatan Karangan Trenggalek.

Sedangkan Faisol merupakan putranya yang dalam tradisi pesantren mendapat panggilan Gus. Dalam persidangan atas laporan korban pertama, keduanya dinyatakan bersalah.

Kedua terdakwa dinyatakan melanggar pasal 76E Undang-undang Perlindungan Anak. Usai vonis dijatuhkan, muncul laporan dari 5 santri lain yang juga mengaku sebagai korban pencabulan.

Menurut Yan Subiono, total terdapat 6 laporan terhadap kedua tersangka. Namun, penanganan awal dilakukan pada satu laporan agar proses hukum dapat segera berjalan.

Perkara pertama telah diputus dan berkekuatan hukum tetap (inkrah), sedangkan lima laporan lainnya kini telah dilimpahkan.

“Sebenarnya tersangka ini memiliki 6 laporan. Perkara awal sudah inkrah, sekarang dilanjutkan dari laporan korban 2 sampai 6,” jelasnya.

Peristiwa dugaan pencabulan 6 korban itu diketahui terjadi di lingkungan pondok pesantren. Namun waktunya berbeda-beda.

“Tempat kejadiannya sama di pondok pesantren di Karangan, tapi waktu kejadian berbeda-beda,” ujarnya.

Sementara dengan menerima 5 berkas dari penyidik, kejaksaan akan mencocokkan kembali keterangan tersangka dengan berkas perkara.

Apabila ditemukan perbedaan atau perlu ada tambahan informasi, jaksa akan melakukan penyempurnaan dakwaan sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

Pelimpahan berkas perkara ke pengadilan ditargetkan awal November 2025. “Jika ada yang perlu diperbaiki atau ditambahkan, akan kami lakukan penyempurnaan dakwaan,” pungkas Yan Subiono.

Penulis: Aby Kurniawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Berkas perkara 5 korban pencabulan oleh oknum kiai dan gus telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Trenggalek
Tags: bacaini.idberita Trenggalek terkinipencabulanpencabulan trenggalekpondok pesantrensantritrenggalek
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Polisi Selidiki Balita di Blitar Tewas di Dekat Gardu PLN – Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pasangan dengan ketergantungan emosional dalam hubungan tidak sehat

Mengenal Codependent Relationship: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pelantikan Tri Hariadi sebagai Pj Sekda Tulungagung oleh Ahmad Baharudin tahun 2026

Pelantikan Tri Hariadi Jadi Pj Sekda Tulungagung, Ahmad Baharudin: Butuh Berpengalaman

Suasana gedung DPRD Tulungagung terkait pembahasan pengisian jabatan wakil bupati pasca OTT KPK

Bacawabup Tulungagung Dibutuhkan Mampu Komunikasi Lintas Parpol Usai OTT KPK

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In