Poin berita:
- Kemenag mencabut izin operasional Pesantren Ndolo Kusumo sebagai bentuk ketegasan terhadap kasus kekerasan seksual.
- Sebanyak 252 santri telah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2-3 Mei 2026 untuk menjamin keamanan mereka.
- Kemenag memfasilitasi pemindahan para santri ke sejumlah lembaga pendidikan lain (6 lembaga rujukan) di Kabupaten Pati agar proses belajar mereka tetap berlanjut.
Bacaini.ID, KEDIRI – Kementerian Agama resmi mencabut izin operasional Pondok Pesantren Ndolo Kusumo Pati. Kemenag memfasilitasi kepindahan para santri ke sejumlah sekolah dan madrasah di Kabupaten Pati.
“Pendidikan para santri harus terus berjalan, karena itu mereka akan dipindahkan ke lembaga pendidikan yang ada di Pati,” ujar Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said di Jakarta.
Kemenag juga menghentikan proses penerimaan santri baru di Pesantren Ndolo Kusumo. Saat ini tercatat ada 252 santri yang belajar di pesantren tersebut, mulai dari tingkat Raudlatul Athfal hingga Madrasah Aliyah.
Menurut Basnang, sebagian besar santri sudah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2–3 Mei 2026. Sementara Kemenag Kabupaten Pati kini menyiapkan enam lembaga pendidikan sebagai tujuan kepindahan mereka.
Tidak hanya santri, tenaga pendidik dan kependidikan juga akan dipindahkan ke sekolah binaan Kemenag maupun Dinas Pendidikan setempat. Basnang menegaskan, sejalan dengan proses afirmasi terhadap para santri, Kemenag mencabut izin operasional Pesantren Ndolo Kusumo.
Langkah ini diambil setelah tim Kemenag bersama Kanwil Jawa Tengah turun langsung ke lokasi untuk memberikan pendampingan sekaligus menangani kasus kekerasan yang mencoreng dunia pendidikan pesantren. Sejumlah pejabat Kemenag hadir dalam kunjungan tersebut bersama pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Pati.
Penulis: Hari Tri Wasono





