Bacaini.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menargetkan pencairan insentif bagi guru ngaji dan ketua kelompok pengajian mulai direalisasikan pada September 2026. Kepastian itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat berdialog dengan para guru ngaji dalam agenda Bunga Desaku di Pemandian Patemon, Kecamatan Tanggul, Senin (28/7/2026).
Di hadapan para peserta, Fawait meminta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan perkembangan proses pencairan insentif yang selama ini dinantikan para penerima.
Hafid mengatakan pendataan calon penerima telah selesai dilakukan. Tahapan berikutnya tinggal menunggu pengesahan Perubahan APBD sebagai dasar pencairan anggaran.
“Pendataan sudah selesai. Kami menargetkan insentif bisa dicairkan pada September setelah perubahan anggaran ditetapkan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Fawait meminta jajarannya memastikan penyaluran insentif berjalan sesuai jadwal. Menurutnya, hak guru ngaji dan ketua kelompok pengajian harus dipenuhi tanpa penundaan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Fawait juga mengajak para guru ngaji menjadi mitra pemerintah dalam menyosialisasikan program Universal Health Coverage (UHC) kepada masyarakat. Ia menilai masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa layanan kesehatan gratis sudah dapat diakses hanya dengan menunjukkan KTP Jember.
Sejak 1 April 2026, seluruh warga ber-KTP Jember dapat memperoleh layanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, menurut Bupati Fawait, masih ada masyarakat yang enggan berobat karena khawatir tidak mampu membayar biaya pelayanan.
Ia menegaskan program UHC menanggung hampir seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan, kecuali untuk kasus-kasus tertentu yang tidak dijamin sesuai ketentuan, seperti dampak penyalahgunaan narkotika atau tindakan melanggar hukum.
Bupati Fawait juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan, termasuk RSUD dr. Soebandi, agar memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik pengguna layanan umum maupun peserta UHC.
“Kami berharap para guru ngaji dapat membantu menyampaikan informasi ini kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi warga yang menunda berobat karena alasan biaya,” kata Bupati Fawait. (meg/ADV)




