• Login
Bacaini.id
Monday, April 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hati-hati, Membersihkan Telinga Dengan Cotton Bud Bisa Berdampak Buruk

ditulis oleh
15 December 2021 18:29
Durasi baca: 2 menit
Pemeriksaan hidung di Poli THT RSUD SLG Kab. Kediri. Foto:Ist

Pemeriksaan hidung di Poli THT RSUD SLG Kab. Kediri. Foto:Ist

Bacaini.id, KEDIRI – Hingga kini masih banyak masyarakat yang mengabaikan kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Padahal telinga dan hidung merupakan organ penting untuk menunjang kesehatan tubuh.

Beberapa penyakit yang rentan menyerang organ tersebut adalah infeksi telinga, sinusitis pada hidung, dan radang tenggorokan. Bahkan belakangan virus Covid 19 juga teridentifikasi masuk dan bersarang di saluran tersebut.

“Biasanya yang sering terjadi itu lebih ke organ hidung dan telinga. Kalau untuk tenggorokan itu lebih kepada makanan yang harus kita hindari,” kata dr. Farah Ayu Niswana, SP.THT-KL, dokter spesialis THT Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul (RSUD SLG).

Agar terhindar dari penyakit yang menyerang THT, perlu diketahui beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan. Diantaranya:

1. Rutin membersihkan telinga dan hidung
2. Menghindari mengorek telinga dan hidung secara berlebihan
3. Jauhkan telinga dari suara yang terlalu keras
4. Menghindari konsumsi makanan dan minuman panas dan dingin, juga yang mengandung minyak
    berlebihan
5. Menghindari kebiasaan merokok dan minuman beralkohol
6. Memeriksakan kesehatan THT ke dokter secara rutin

dr. Farah Ayu Niswana, SP.THT-KL.

Dr. Farah mengatakan, masyarakat awam sering salah memahami tentang tindakan menjaga kesehatan telinga. Paling sering adalah kesalahan saat membersihkan kotoran telinga (serumen).

Meski disebut kotoran, serumen bukanlah kotoran yang buruk karena memiliki fungsi mencegah kuman dan kotoran masuk lebih dalam ke bagian tengah. Begitu juga dengan bau khas dari kotoran telinga yang ternyata berfungsi mengusir serangga.

Normalnya, kotoran telinga akan keluar dengan sendirinya. Tetapi jika memang mengering dan keras, hingga menyumbat saluran telinga, diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan medis. “Penggunaan cotton bud atau pengorek telinga salah-salah bisa menyebabkan kotoran itu terdorong ke dalam,” ujar dr. Farah.

Untuk pemeriksaan, Poli THT RSUD SLG menggunakan teknik endoskopi menggunakan alat yang memungkinkan pasien juga dapat melihat secara langsung penanganan melalui layar monitor.

Alat yang digunakan berbentuk tabung kecil berukuran 44 mm dilengkapi kabel fiberoptik yang memancarkan cahaya. Tidak hanya telinga, hidung dan tenggorokan, alat ini bisa mendeteksi penyakit pada bronkus, esofagus dan laring.

Selain pengobatan, Poli THT RSUD SLG juga melayani konsultasi melalui doker spesialis berpengalaman dan didukung peralatan medis yang lengkap. (ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi simbol bendera merah, hijau, beige, dan hitam sebagai tanda hubungan ala Gen Z

Ragam Simbol Bendera yang Dipakai Gen Z: Red Flag hingga Black Flag dalam Hubungan

Munas IKAPETE di Ponpes Tebuireng Jombang membahas harapan Muktamar NU 2026 bebas politik uang

Alumni Ponpes Tebuireng Jombang Minta Muktamar NU 2026 Bersih dari Politik Uang

Alun-alun Kota Kediri yang mangkrak dan Kepala Dinas PUPR Endang Kartika Sari.

Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

  • Jatmiko Dwijo Saputro adik Gatut Sunu saat memberikan pernyataan terkait pemeriksaan KPK di Tulungagung

    Adik Gatut Sunu Akhirnya Angkat Bicara: Saya Jaga Jarak Sejak Awal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In