Poin Penting:
- Anak-anak disabilitas dari tiga SLB memukau penumpang dengan pertunjukan seni saat Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Blitar
- KAI Daop 7 Madiun mengajak para peserta menikmati perjalanan kereta api gratis rute Madiun–Blitar sebagai bagian edukasi transportasi inklusif
- KAI juga menyediakan tarif reduksi 20 persen dan layanan ramah disabilitas sebagai bentuk komitmen terhadap transportasi yang inklusif
Bacaini.ID, BLITAR – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang dirayakan oleh KAI Daop 7 Madiun di Stasiun Kota Blitar, telah memukau perhatian. Di selasar stasiun, sejumlah anak tuna rungu, yakni berkebutuhan khusus (disabilitas) menampilkan seni paduan suara. Mereka menyanyikan lagu Jiwa Yang Bersedih dengan bahasa isyarat.
BACA JUGA: KAI Tutup Permanen Perlintasan Liar di Kediri Usai Pemotor Tewas
Mengenakan kaos biru langit dengan sket lokomotif bertuliskan KAI serta hastag Ayo Naik Kereta, sepuluh anak disabilitas tersebut tampil dalam formasi dua deret: lima di depan dan lima di belakang. Dengan sepuluh jari, lagu yang dipopulerkan penyanyi Ghea Indrawari, dilantunkan dalam bahasa isyarat.
“Latihannya dadakan dengan request dari KAI. Belajar bareng-bareng di sekolah. Tapi kita sebelumnya juga sering tampil,” tutur Prima Nurani Komalasari, guru SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun sekaligus sebagai pendamping Kamis (23/7/2026).
Sebelumnya seorang anak tuna rungu memperlihatkan kemampuan seni bela diri. Diiringi musik tradisional, jurus tangan dan kaki yang dimainkan mengundang decak kagum. Perhatian para penumpang kereta api juga tertuju kepada dua anak tuna grahita yang memeragakan fashion show.

Menurut Prima Nurani Komalasari, semua anak-anak disabilitas yang tampil di perayaan Hari Anak Nasional 2026 ini merupakan siswa-siswa yang berprestasi, baik tingkat provinsi hingga nasional. Ada yang juara satu tari tingkat nasional. Kemudian juara desain grafis, tata boga, merangkai bunga, merias, pantomim, lompat jauh, pencak silat dan modeling.
“Mereka semua ini berasal dari tiga sekolahan. SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun, SLB Manisrejo Kota Madiun, dan SLB Panca Bhakti Magetan,” pungkas Prima Nurani Komalasari.
KAI Perkuat Layanan Ramah Anak dan Penyandang Disabilitas
Anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mendapat layanan dari KAI Daop 7 Madiun berupa naik kereta api gratis Madiun-Blitar. Mereka diajak menikmati perjalanan dengan KA Singasari (Madiun–Blitar) dan KA Brantas (Blitar–Madiun).
BACA JUGA: KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan acara yang digelar bertujuan memberi ruang ekspresi yang setara serta mengenalkan alur perjalanan kereta api—mulai dari pembelian tiket, proses boarding, hingga aturan keselamatan perjalanan.
“Anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan diri. Melalui tema HAN ‘Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, KAI berkomitmen menghadirkan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan ramah disabilitas,” ujar Tohari.
Selain pengalaman naik kereta api gratis, peringatan Hari Anak Nasional ini disemarakkan dengan berbagai penampikan bakat dari para siswa SLB, di anataranya penampilan Paduan Suara Anak Tunarungu, Fashion Show Anak Tunagrahita dan penampilan Pencak Silat Anak Tunarungu.
Selain itu KAI terus berupaya memberikan kemudahan dan apresiasi bagi penumpang anak serta penyandang disabilitas melalui berbagai fasilitas:
• Tarif Reduksi 20%: Potongan harga tiket sebesar 20% untuk perjalanan KA Jarak Jauh bagi penumpang penyandang disabilitas (melalui registrasi dengan surat keterangan dokter).
• Fasilitas Ramah Anak: Penyediaan area bermain di stasiun serta pembagian Gift for Kids (buku mewarnai, puzzle, dll.) pada momen libur panjang/Lebaran.
Layanan inklusif bagi penyandang disabilitas, dengan petugas front liner seperti Petugas Customer Service on Station dan Ticket Officer yang dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat apabila pelanggan yang dihadapi merupakan penyandang disabilitas tuna rungu.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap dapat menciptakan kenangan perjalanan yang menyenangkan khususnya bagi penyandang disabilitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap kereta api sejak usia dini.
Penulis: Solichan Arif
BACA JUGA: Daftar Gaya Kepemimpinan Lama yang Tak Disukai Gen Z dan artikel lainnya di rubrik BACA




