Poin Penting:
- Gempa M6,5 yang mengguncang hingga wilayah Daop 6 Yogyakarta berdampak pada perjalanan KA menuju Daop 7 Madiun.
- Dua KA mengalami keterlambatan setelah KAI melakukan pemberhentian luar biasa (BLB) sebagai langkah keselamatan.
- PLB 144B Madiun Jaya terlambat 46 menit, sedangkan KA 150 Singasari terlambat 29 menit.
Bacaini.ID, MADIUN – Perjalanan kereta api di Daop 7 Madiun terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 yang mengguncang hingga wilayah Daop 6 Yogyakarta. Dua KA menuju Madiun (Daop 7 Madiun) terlambat akibat adanya pemberhentian luar biasa (BLB).
PT KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dua perjalanan kereta api tersebut. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI.
“Sebagai langkah kehati-hatian, KAI melakukan pemberhentian luar biasa terhadap seluruh kereta api yang melintas di wilayah terdampak, termasuk dua kereta api yang menuju Daop 7 Madiun. Hal ini untuk memastikan kondisi prasarana jalur, khususnya jembatan dan bangunan hikmat, dalam kondisi aman sebelum perjalanan dilanjutkan,” ujar Tohari dalam keterangan rilisnya Sabtu (12/9/2026).
Peristiwa gempa bumi diketahui berlangsung pada Sabtu (12/9) pukul 04.26 WIB. Berdasarkan informasi BMKG. Getaran gempa dirasakan hingga wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta. Pasca getaran gempa dilakukan pemeriksaan yang melibatkan Dinas Jalan dan Jembatan (JJ). Pemeriksaan selesai pada pukul 05.04 WIB. Lintas wilayah Daop 6 Yogyakarta dinyatakan aman dan perjalanan kereta api dapat kembali dilanjutkan.
Sementara dua perjalanan kereta api yang terdampak keterlambatan PLB 144B Madiun Jaya, terlambat 46 menit. Kemudian KA 150 Singasari yang terlambat 29 menit. Atas ketidaknyamanan tersebut, KAI menyatakan permohonan maaf.
“KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Setiap keputusan operasional yang kami ambil semata-mata untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan,” pungkas Tohari. (sa/edt)




