• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gempa Kembar Guncang Dunia, M 6,1 di Teluk Meksiko dan M 7,8 Filipina Picu Tsunami

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
10 June 2026 19:47
Durasi baca: 4 menit
gempa Magnitudo 6,1 di Teluk Meksiko dan gempa Magnitudo 7,8 di Mindanao Filipina

Ilustrasi aktivitas seismik global saat gempa besar mengguncang Teluk Meksiko dan Filipina pada hari yang sama, Senin (8/6/2026) (foto/magnific)

Poin Penting:

  • Gempa M 7,8 di Filipina menjadi peristiwa paling mematikan, memicu tsunami, menewaskan sedikitnya 41 orang dan melukai lebih dari 134 lainnya
  • Gempa M 6,1 di Teluk Meksiko tergolong anomali geologi karena terjadi di kawasan yang relatif stabil secara tektonik dan getarannya terasa hingga Florida
  • Para ahli memastikan kedua gempa tidak saling berhubungan, meski terjadi pada hari yang sama di dua wilayah berbeda

Bacaini.ID, KEDIRI — Hari Senin (8/6) lalu, menjadi hari paling aktif dalam sejarah seismologi modern lantaran terjadi ‘gempa kembar’. Dalam waktu relatif berdekatan, dua wilayah yang terpisahkan oleh Samudra Pasifik dan Benua Amerika diguncang peristiwa gempa bumi besar.

Baca Juga:

  • Panik Gempa Pacitan, Ini Bacaan yang Dianjurkan Untuk Umat Islam

Di Belahan Bumi Barat, gempa berkekuatan Magnitudo 6,1 secara mengejutkan mengguncang Teluk Meksiko, mengguncang wilayah Kuba Barat yang getarannya terasa hingga gedung-gedung tinggi di Florida, Amerika Serikat.

Sementara di Belahan Bumi Timur, tepatnya di zona subduksi aktif Asia Tenggara, gempa mega-seismik dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,8 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina Selatan, memicu tsunami, dan memaksa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi hingga Kalimantan.

Meskipun kedua peristiwa ini terjadi pada tanggal yang sama, para ahli geofisika menegaskan bahwa secara tektonik keduanya sama sekali tidak berhubungan.

Gempa Teluk Meksiko Jadi Anomali Geologi

Bagi masyarakat Kuba Barat dan Florida Selatan, gempa bumi merupakan fenomena yang sangat asing. Wilayah Teluk Meksiko bagian timur dikenal sebagai salah satu kawasan tektonik paling stabil di dunia, jauh dari batas lempeng aktif yang biasanya memicu gempa raksasa. Karenanya, ketika gempa yang cukup besar melanda wilayah ini, cukup mengejutkan tak hanya masyarakat yang terdampak, namun juga para ahli geologi.

Baca Juga:

  • Dilema Farm 3 PT Greenfields Indonesia di Blitar, Disoal Ormas Karena Limbah

Gempa berkekuatan Magnitudo 6,1 tersebut berpusat di perairan Teluk Meksiko, sekitar 104 kilometer sebelah barat-barat laut Mantua, Kuba. Pusat gempa berada pada kedalaman dangkal sekitar 26 kilometer di bawah permukaan laut.

Struktur kerak bumi di bawah Teluk Meksiko yang tua, padat, dan dingin bertindak sebagai ‘konduktor’ energi yang sangat efisien. Alih-alih meredam getaran, batuan padat purba ini justru meneruskan gelombang seismik hingga jarak ratusan kilometer tanpa kehilangan banyak energi.

Dampaknya terasa masif secara geografis. Di Kuba, getaran hebat berlangsung selama kurang lebih 20 detik. Di ibu kota Havana, kepanikan pecah saat ribuan warga dan turis asing di hotel-hotel berhamburan ke jalan raya.

Beruntung, berkat karakteristik bangunan Kuba Barat yang mayoritas rendah, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan struktural skala besar yang fatal.

Getaran Gempa Kuba Terasa hingga Florida

Namun, hal mengejutkan justru terjadi di Florida, Amerika Serikat. Negara bagian yang lebih sering menghadapi badai tornado atau badai besar ini mendadak merasakan gempa. Getaran dilaporkan terasa kuat di Florida Barat Daya, Fort Lauderdale, hingga megapolitan Miami. Bahkan, laporan riak seismik juga datang dari wilayah utara seperti Orlando dan Jacksonville.

Di pusat kota Miami, otoritas setempat langsung mengambil langkah darurat dengan mengevakuasi sejumlah gedung pencakar langit, termasuk gedung perkantoran utama pemerintah daerah yang setinggi 28 lantai.

Sistem transportasi massal kereta layang commuter rail di Miami juga sempat dihentikan total demi memeriksa integritas struktural rel. Berdasarkan catatan sejarah, ini merupakan salah satu gempa bumi terkuat yang pernah dirasakan di semenanjung Florida dalam kurun waktu 150 tahun terakhir, menjadikannya anomali geologi yang akan dipelajari selama beberapa dekade ke depan.

Gempa M 7,8 Filipina Picu Tsunami dan Korban Jiwa

Jika gempa di Teluk Meksiko dinilai sebagai kejutan geologis karena terjadi di wilayah yang tenang, maka gempa yang melanda Mindanao, Filipina pada pagi hari yang sama adalah manifestasi dari ‘monster’ tektonik yang sesungguhnya.

Berada di dalam kawasan Cincin Api Pasifik, Filipina sudah terbiasa dengan aktivitas seismik, namun kekuatan Magnitudo 7,8 kali ini berada di tingkat yang merusak.

Berdasarkan data dari Institut Volkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) dan USGS, pusat gempa berada di laut, sekitar 32 kilometer sebelah barat daya kota Maasim, Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, dengan kedalaman sekitar 33 hingga 55 kilometer. Gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng pada Palung Cotabato, sebuah struktur patahan naik raksasa tempat Lempeng Laut Sulawesi menunjam ke bawah Blok Sunda/Filipina.

Bangunan-bangunan rendah hingga menengah dilaporkan runtuh, termasuk gerai restoran cepat saji terkenal Jollibee dan sebuah kompleks pertokoan besar yang juga menampung stasiun radio lokal. Bandara Internasional General Santos ditutup total setelah langit-langit terminalnya ambruk dan landasan pacu mengalami keretakan, menyebabkan sedikitnya 17 penerbangan domestik dibatalkan seketika.

Di wilayah Glan, Provinsi Sarangani, guncangan memicu tanah longsor besar yang menimbun pemukiman warga dan menewaskan 13 penduduk desa. Rilis laporan terbaru, jumlah korban tewas di Filipina telah mencapai sedikitnya 41 orang, dengan lebih dari 134 orang luka-luka, dan empat orang masih dinyatakan hilang.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Filipinagempa bumiteluk meksiko
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

gempa Magnitudo 6,1 di Teluk Meksiko dan gempa Magnitudo 7,8 di Mindanao Filipina

Gempa Kembar Guncang Dunia, M 6,1 di Teluk Meksiko dan M 7,8 Filipina Picu Tsunami

Ratusan buruh pabrik kayu lapis di Jombang usai menerima informasi rencana PHK massal

PHK Massal 1.000 Buruh PT SGS Jombang, Alasan Efisiensi

Direktur Utama PT Ganesha Systems, Danny Kunto Wibisono, dan Dekan SPITM ITB, Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D.

PT Ganesha Systems dan SPITM ITB Teken Kerja Sama Pengembangan Teknokultur di Era AI Generatif dan Agentik

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In