• Login
  • Register
Bacaini.id
Thursday, January 15, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Keganasan Erupsi Semeru Tewaskan 208 Warga Lumajang

Dalam catatan Belanda bencana lumpur atau lahar dingin itu terjadi pada 29-30 Agustus 1909. Disebut sebagai Bencana Lumajang

ditulis oleh Editor
7 December 2025 19:26
Durasi baca: 3 menit
erupsi semeru

Erupsi Gunung Semeru telah menewaskan 208 warga Lumajang sesuai catatan Belanda (foto/ist/repro)

Bacaini.ID, KEDIRI – Keganasan erupsi Gunung Semeru tertulis dalam catatan kolonial Belanda. Bencana terjadi sejak Pasuruan masih berstatus sebagai wilayah karesidenan.

Erupsi Semeru berlangsung pada tahun 1818, 1832 dan 1885. Tidak banyak ulasan pada peristiwa erupsi tahun 1818 dan 1832. Hanya ditulis letusan berlangsung dahsyat.

Pada erupsi Semeru April 1885 disebutkan puing-puing batu telah mengakibatkan kerusakan lahan seluas 7 km persegi. Lahan di kawasan lereng sisi selatan dan timur Semeru.

Baca Juga:

  • Mitos Siklus Minta Tumbal di Erupsi Semeru, Benarkah?
  • Gunung Semeru Erupsi Lagi, Berikut Himbauan Untuk Wisatawan
  • Semeru Erupsi, Langit Lumajang Gelap

Pada bulan Juni 1895 terjadi dobrakan baru pada dinding kawah. Peristiwa terdahsyat terjadi pada 29-30 Agustus 1909. Catatan Belanda menyebut sebagai bencana Lumajang.

Sebanyak 208 warga Lumajang tewas dengan 38 desa lumat, hancur lebur akibat lumpur atau lahar dingin Semeru. Lahar dingin yang menelan nyawa itu disebabkan dorongan kekuatan meteorologis.

Dalam catatan disebutkan, pada saat terjadinya bencana Lumajang tidak ada peningkatan kegiatan Semeru. Arus lumpur atau dikenal dengan nama lahar dingin itu berlangsung tiba-tiba.

Pada 15 November 1911 Semeru kembali erupsi. Merujuk laporan majalah Aard. Gen pada tahun 1913 lengkap dengan foto-foto. Letusan yang terjadi cukup hebat.

Abu dan awan panas yang dilontarkan mencapai ketinggian 20.000 meter. Abu Semeru yang jatuh di Pulau Bali yang berjarak sekitar 200 kilometer mencapai ketebalan 4 cm.

Pada Juni 1912 ditemukan aliran lava baru dan terdapat kecondongan lobang kawah bergeser ke sisi selatan. Setelah itu Semeru terlihat kembali normal. Hanya muncul gumpalan asap kecil secara periodik.

Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Mengacu pengukuran terakhir tahun 1911 tertulis 3.676 meter dengan puncak tertinggi bernama Mahameru.

Juga disebutkan, kawah Gunung Semeru telah berpindah tempat dua kali. Dari posisi pertama bergeser tidak jauh ke sisi selatan. Kawah yang pertama menjadi plateau dan terisi efflata.

Sementara kawah yang aktif hingga kini dikenal dengan nama Jonggring Seloko atau Jonggring Saloka. Nama yang serupa dengan terminologi di dunia pewayangan.

Dikutip dari buku Kemewahan Gunung-gunung (1996) Minggu (7/12/2025), Junguhn berhasil mendaki Gunung Semeru pada September 1838. Sebelumnya residen Pasuruan mencoba mendaki, namun gagal.

Sementara G.F. Clignett menjadi orang Eropa pertama yang berhasil mencapai puncak Semeru pada 19 Oktober 1838.

Pendakian Gunung Semeru pada masa kolonial Belanda melalui rute Pasuruan. Perjalanan dimulai dari Tosari (Pasuruan), berlanjut ke Ranu Pani dan menuju Ranu Kumbolo (Lumajang).  

Susur belantara dengan udara dingin yang menembus tulang, perjalanan kaki dari Tosari hingga sampai Mahameru (puncak Semeru) memakan waktu 2 hari setengah dan saat itu merupakan rekor.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: erupsi semeru
Via: gunung semeru
Tags: bacaini.idbencana lumajangcatatan belandaErupsi Semerugunung semerulahar dinginLumajangsemeru
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Mount Paltry Gunung Terkecil di Dunia Sukses Kecoh Netizen Internasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ratusan warga Desa Wonodadi Blitar menolak pembangunan gedung KDMP di lapangan desa

Warga Wonodadi Blitar Protes Lokasi Gedung KDMP, Dinas: Kurang Sosialisasi

Tips Atasi Rasa Canggung Bersama Keluarga Pasangan Saat Liburan Bareng

Long Weekend Isra Mikraj, Saatnya Healing dan Quality Time

Ilustrasi Calon Jemaah Haji Trenggalek yang belum melunasi BIPIH 2026

36 CJH Trenggalek Tak Lunasi BIPIH 2026, Kuota Haji Tak Terserap Maksimal

mount paltry
Tekno & Sains

Mount Paltry Gunung Terkecil di Dunia Sukses Kecoh Netizen Internasional

Bacaini.ID, KEDIRI – Mount Paltry diklaim sebagai gunung terkecil di dunia. Lantaran tingginya hanya 7 cm, informasi beserta visual itu...

Baca ini..

Napi Lapas Blitar Diduga Dianiaya Hingga Koma

Kebanyakan Kuliner di Blitar yang Ramai Karena Murah, Bukan Enak, Itu Tak Diragukan

Lapas Blitar Blak-blakan Soal Penganiayaan Napi yang Berujung Kematian

Paradigma Realisme dalam Hubungan Internasional

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist