Poin Penting:
- Konsumsi telur rutin dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer hingga 27 persen
- Telur mengandung kolin, omega-3 dan antioksidan yang baik untuk kesehatan otak
- Penelitian dilakukan selama lebih dari 15 tahun terhadap lebih dari 40 ribu orang
Bacaini.ID, KEDIRI – Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi telur secara rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Studi jangka panjang yang melibatkan lebih dari 40 ribu orang itu menunjukkan telur memiliki kandungan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan otak dan fungsi memori.
Baca Juga:
- Wabah Tidur Misterius di Desa Kalachi Kazakhstan, Ratusan Warga Tertidur Berhari-hari
- Dosen UNU Blitar Diduga Lecehkan 15 Mahasiswi, Terancam Pidana
Penelitian para ilmuwan selama lebih dari 15 tahun menemukan hubungan yang menarik antara konsumsi telur dan penurunan risiko Alzheimer. Sebuah studi jangka panjang terbaru dari para peneliti di Loma Linda University Health menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi telur secara teratur memiliki kemungkinan jauh lebih kecil terkena penyakit Alzheimer.
Para peneliti menemukan orang berusia 65 tahun ke atas yang mengonsumsi setidaknya satu butir telur setiap hari, lima kali dalam seminggu, memiliki risiko Alzheimer hingga 27% lebih rendah ketimbang mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsinya. Dalam penelitian tersebut diketahui, orang-orang yang mengonsumsi telur lebih jarang, antara satu hingga tiga butir per bulan, memiliki tingkat risiko Alzheimer 17% lebih rendah.
Sementara itu, mengonsumsi telur dua hingga empat kali seminggu, ditemukan mampu mengurangi risiko Alzheimer sebesar 20%. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nutrition ini, dirancang untuk mengatasi kesenjangan besar dalam pemahaman tentang bagaimana diet dan faktor gaya hidup dapat memengaruhi risiko penyakit Alzheimer.
Kandungan Nutrisi Telur Baik untuk Fungsi Otak
Menurut para peneliti, telur mengandung beberapa nutrisi yang terkait dengan fungsi otak. Telur merupakan sumber kolin, yang membantu tubuh memproduksi asetilkolin dan fosfatidilkolin, senyawa penting untuk memori dan komunikasi antar sel otak.
Telur juga ditemukan mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis antioksidan yang diketahui dapat membantu menjaga kesehatan otak. Zat ini menumpuk di jaringan otak dan dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih baik serta membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif atau kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu. telur juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk mendukung kinerja otak. Bagian kuning telur juga kaya akan fosfolipid, lemak penting yang berperan dalam membantu komunikasi antar sel saraf dan mendukung fungsi neurotransmiter di otak.
Studi ini mengevaluasi asupan telur dari sumber langsung dan tidak langsung.
Para peneliti mencatat konsumsi yang terlihat langsung seperti konsumsi telur rebus, orak-arik, telur goreng dan lainnya, serta konsumsi telur secara tidak langsung berupa makanan-makanan lain yang mengandung telur. Para peneliti berpendapat bahwa konsumsi telur dalam jumlah sedang harus menjadi bagian dari pola makan seimbang secara keseluruhan.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





