• Login
Bacaini.id
Monday, September 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Edy Herwianto Narik Becak, Kenapa Netizen Ikut Narik ke Politik?

ditulis oleh Hari Tri Wasono
21 September 2026 16:33
Durasi baca: 6 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor
Ilustrasi Edy Herwianto di atas becak. Foto: bacaini/AI

Sebab pernyataan Edy sebenarnya membawa kita ke persoalan yang jauh lebih konkret, bagaimana kehidupan pekerja informal ketika harga kebutuhan pokok naik.

Itu pertanyaan yang jauh lebih penting daripada sekadar siapa yang terlihat menarik becak. Berapa rata-rata pendapatan tukang becak di Kediri? Berapa pengeluaran mereka sehari? Berapa penumpang yang harus dibawa agar bisa membawa pulang uang untuk makan? Apakah mereka mendapatkan jaminan sosial? Apakah pemerintah kota punya program khusus untuk mereka?

Dan yang paling penting, setelah seseorang merasakan beratnya menarik becak, apa yang kemudian dilakukan? Di situlah empati diuji, bukan di kamera. Karena merasakan sehari tidak sama dengan menjalani setiap hari.

Menaiki atau menarik becak selama beberapa menit tentu tidak otomatis membuat seseorang memahami seluruh kehidupan tukang becak. Orang bisa merasakan pegal, merasakan berat, dan bisa berkeringat.

baca ini: Narasi, Djarum dan Masa Depan Jurnalisme Independen

Tetapi tukang becak merasakan persoalan yang lebih panjang, mencari penumpang, menghitung pendapatan, membayar makan, membayar sekolah anak, menghadapi harga kebutuhan pokok, dan memikirkan apakah besok masih ada penumpang.

Karena itu, pengalaman tersebut semestinya tidak berhenti sebagai pengalaman personal. Kalau ingin dibawa lebih jauh, konten ini justru bisa menjadi pintu masuk untuk membicarakan masalah pekerja informal di Kediri.

Di situlah video beberapa detik itu bisa punya umur yang jauh lebih panjang. Sebelum kemudian muncul pertanyaan lanjutan, “Setelah becaknya berhenti, apakah kebijakan untuk tukang becak ikut bergerak?” (htw/edt)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 4 of 4
Prev1...34
Tags: bacainiidceritakedirijawatimurkabarkediriKedirikedirihariinikotakedirimediakedirimediasosialpolitikkediriruangpublikwargakediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi Edy Herwianto di atas becak. Foto: bacaini/AI

Edy Herwianto Narik Becak, Kenapa Netizen Ikut Narik ke Politik?

Ilustrasi Jl Stasiun Kota Kediri. Foto: bacaini/AI

Setelah Kenal Kota Orang, Warga Kota Kediri Jadi Makin Banyak Tuntutan?

Kantin Kejujuran Percasi Kota Blitar untuk melatih sportivitas

Kantin Kejujuran Percasi Kota Blitar, Cara Unik Melatih Sportivitas Sejak Dini

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In