• Login
Bacaini.id
Saturday, September 19, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Dulu Menertawakan Pesilat, Kini Ikut Latihan

ditulis oleh Hari Tri Wasono
19 September 2026 12:34
Durasi baca: 5 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor
Ilustrasi silat. Anggota perguruan silat mengikuti tradisi bulan Suro dalam kegiatan pengesahan dan doa bersama di Jawa Timur
Foto ilustrasi pencak silat/pixabay

Seperti saat kita memakai jersey klub sepak bola untuk menunjukkan siapa yang kita dukung, memakai kaus komunitas untuk menunjukkan lingkungan pergaulan, maupun memasang simbol tertentu di kendaraan agar orang tahu kita bagian dari kelompok tertentu.

Perguruan silat pun memiliki simbol, seragam dan identitas yang sama kuatnya. Bedanya, di dalam perguruan silat ada sejarah persaudaraan yang panjang. Mungkin itulah yang membuat orang seperti dua teman saya akhirnya berubah pikiran.

Mereka tidak sedang mencari musuh. Mereka mungkin sedang mencari saudara.

Namun persoalannya kemudian kembali ke jalanan, karena di sanalah stigma itu lahir. Masyarakat tidak selalu mengenal perguruan silat dari latihan yang disiplin atau prestasi atletnya. Sebagian justru mengenalnya dari keributan yang dilakukan oknum.

Ini yang menurut saya tidak adil, tetapi sekaligus tidak bisa diabaikan. Tidak adil karena perilaku beberapa orang tidak semestinya digunakan untuk menghakimi seluruh anggota perguruan. Tetapi juga tidak bisa diabaikan karena ketika keributan terjadi berulang, masyarakat akhirnya membentuk persepsi sendiri.

Dan media sosial membuat persoalan itu semakin rumit. Satu video keributan bisa beredar ribuan kali. Nama perguruan ikut terseret. Orang kemudian membuat kesimpulan. Stigma terbentuk.

Padahal mungkin pada hari yang sama, ribuan anggota perguruan lain sedang berlatih dengan tertib di padepokan masing-masing. Mereka tidak masuk berita. Mereka tidak viral. Sebab orang yang berlatih dengan tertib memang tidak menarik algoritma. Yang menarik justru orang berkelahi.

Ironisnya, yang kemudian menanggung akibatnya adalah semua orang.

Karena itu saya justru melihat perguruan silat sedang menghadapi tantangan yang cukup serius, yakni bagaimana menjaga identitas dan rasa persaudaraan tanpa membuat identitas itu menjadi alasan untuk memusuhi kelompok lain?

Sebab kalau benar yang diajarkan adalah pengendalian diri, seharusnya kekuatan terbesar seorang pesilat bukan ketika ia mampu menjatuhkan orang lain. Melainkan ketika ia mampu menahan dirinya sendiri.

Setelah mengetahui dua teman saya bergabung dengan perguruan silat, saya sekarang justru semakin penasaran. Mungkin saya selama ini salah memahami mereka. Mungkin orang yang masuk perguruan silat tidak sedang mencari kemampuan untuk memukul orang. Mungkin mereka sedang mencari tempat untuk belajar disiplin, mencari teman, mencari saudara, atau mungkin juga mencari identitas di tengah kehidupan yang semakin individualistis.(htw/edt)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 3 of 3
Prev123
Tags: pencak silatpendekarperguruan silat
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi silat. Anggota perguruan silat mengikuti tradisi bulan Suro dalam kegiatan pengesahan dan doa bersama di Jawa Timur

Dulu Menertawakan Pesilat, Kini Ikut Latihan

Cara orang tua memberi instruksi agar anak mau menurut dan kooperatif

Anak Sering Membantah? Begini Cara Orang Tua Memberi Instruksi agar Lebih Manut

Wawali Blitar Elim Tyu Samba mendaftar calon Ketum KONI Kota Blitar

Alasan Wawali Blitar Elim Tyu Samba Ngebet Jadi Ketum KONI

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In