Bacaini.ID, KEDIRI — Pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah mendapat pertanyaan tak terduga saat memimpin pengajian di Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Sabtu, 18 Juli 2026. Seorang jamaah mempertanyakan kabar keterkaitan dirinya dengan korupsi Bupati Pati Sadewo yang viral di media sosial.
Pertanyaan ini datang dari seorang pedagang di Pasar Lempuyangan bernama Sri. Saat mendapat giliran bertanya di forum pengajian itu, ia berdiri dan menyampaikan pertanyaan yang membuat hadirin riuh.
“Nuwun sewu nggih, saya mau minta keterangan katanya Gus Miftah itu korupsi uang seratus juta itu apa betul,” kata Sri. Ia mengaku mendapat titipan pertanyaan dari para pedagang di Pasar Lempuyangan untuk menanyakan hal itu kepada Gus Miftah.
Meski menanggapi dengan santai, Gus Miftah terlihat cukup terkejut dengan pertanyaan itu. Bahkan raut muka istrinya Dwi Astuti yang duduk di sampingnya terlihat kurang nyaman.
“Suaramu alus tapi nylekit,” seloroh Gus Miftah.
Ia lantas menjelaskan asal muasal berita itu tersebar. Menurutnya, kabar itu ia ketahui melalui aplikasi TikTok, yang menyebut dirinya menerima aliran dana sebesar Rp100 juta dari Bupati Sadewo pada tahun 2022. Penjelasan itu disampaikan oleh terpidana korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Dheky Martin, di sidang pemeriksaan.
Begitu membaca berita itu, ia langsung bertanya kepada istrinya soal Dheky Martin. Istrinya juga mengaku tidak mengenal dan tidak pernah menerima tamu dengan nama tersebut.
Gus Miftah juga mempertanyakan motivasi Dheky Martin memberikan uang kepadanya, jika hal itu dianggap benar. “Kalau saat itu saya dikasih uang seratus juta dalam kapasitas apa? Saya rakyat biasa, hanya pendakwah,” katanya.
Kalaupun uang itu pernah diberikan kepada pondok yang ia kelola, Gus Miftah akan langsung mengembalikan saat ini juga. Apalagi uang senilai itu, menurutnya, cukup kecil dengan pengeluarannya selama ini dalam menghidupi umat.
“Wis ngene wae, enak-enakan. Malam ini abah rencana ngasih umroh berapa? Lima. Kira-kira seratus juga untuk memberangkatkan berapa orang? Tiga. Karena tuduhannya seratus juta, malam ini umrohnya gak jadi lima, tapi delapan,” katanya.
Gus Miftah juga membandingkan uang itu dengan biayanya menyiapkan 25 ribu paket sembako yang dibagikan kepada seluruh jamaah. Menurut pengakuan istrinya, biaya paket itu senilai lebih dari Rp3 milyar.
“Besok pagi Bu Sri datang ke sini, Bunda (istrinya) bikin jalan sehat, akan diundi 10 motor, 2 sapi, tivi,” pungkasnya.
Penulis: Hari Tri Wasono




