• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Dilema Pilkada Lewat DPRD, Antara Efisiensi, Demokrasi, dan Bayang-Bayang Oligarki Lokal

ditulis oleh Redaksi
16 January 2026 08:45
Durasi baca: 5 menit
ilustrasi pilkada lewat DPRD. Foto: bacaini/AI

ilustrasi pilkada lewat DPRD. Foto: bacaini/AI

Sebelum diberlakukannya sistem pilkada langsung pada 2005, Indonesia pernah menjalankan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Pada masa itu, DPRD memiliki kewenangan penuh untuk memilih gubernur, bupati, dan wali kota.

Proses ini sering kali berlangsung tertutup dan sangat dipengaruhi oleh konfigurasi politik di parlemen daerah.

Dalam praktiknya, sistem lama tersebut menimbulkan sejumlah dinamika. Di satu sisi, pemilihan melalui DPRD dianggap lebih efisien karena tidak membutuhkan biaya besar seperti pilkada langsung. Namun di sisi lain, publik kerap mengkritik prosesnya karena rawan transaksi politik dan kurang transparan.

Banyak kasus di mana kepala daerah terpilih lebih mencerminkan hasil kompromi antar-elite partai daripada aspirasi masyarakat luas.

Pengalaman historis ini menjadi pelajaran penting. Ketika pilkada langsung diperkenalkan, masyarakat menyambutnya sebagai terobosan demokrasi yang memberi ruang partisipasi lebih besar. Rakyat bisa menentukan pemimpin daerah secara langsung, meski konsekuensinya adalah meningkatnya biaya politik dan munculnya praktik politik uang di tingkat akar rumput.

Mengulang Pola Lama

Wacana mengembalikan sebagian kewenangan kepada DPRD kembali mencuat. Jika diterapkan, sistem ini berpotensi mengulang pola lama, di mana DPRD menjadi arena utama perebutan kekuasaan. Partai politik akan semakin dominan dalam menentukan arah kepemimpinan daerah, sementara rakyat mungkin merasa kehilangan ruang partisipasi langsung.

Perdebatan mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah bukan sekadar soal konstitusi, tetapi juga soal bagaimana menjaga keseimbangan antara efisiensi, representasi, dan partisipasi rakyat.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap model memiliki kelebihan dan kelemahan. Tantangan terbesar ke depan adalah merancang sistem yang mampu menggabungkan keunggulan demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan, tanpa mengorbankan transparansi dan akuntabilitas.

Landasan Konstitusional…………………………(halaman berikutnya)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 1 of 3
123Next
Tags: demokrasipartai politikpilkadapilkada langsungpilkada melalui dprd
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Tarik Ulur Pilkada Melalui DPRD - UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM ID

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In