• Login
Bacaini.id
Friday, February 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Di Jombang 2.836 Janda Baru Selama 2020

ditulis oleh
21 January 2021 20:45
Durasi baca: 2 menit

JOMBANG – Angka perceraian selama pandemi COVID-19 mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan catatan Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Jombang selama tahun 2020 sebanyak 2.836 pasangan diputus bercerai.

Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Jombang, Dulloh mengatakan, selama pandemi ini jumlah perkara perhari mencapai 15 hingga 25 pasangan. Dari seluruh perkara perceraian, cerai gugat menduduki urutan pertama kasus perceraian di Jombang. “Naiknya cukup signifikan, sampai dari kami Kualahan menangani kasus perceraian ini,” jelasnya kepada bacaini.id, Kamis, 21 Januari 2021.

Dulloh mengatakan selama tahun 2020 atau selama masa pandemi covid-19 Pengadilan Agama Jombang telah menerima perkara sebanyak 3.046 kasus. Dari jumlah ini sebanyak 2314 adalah perkara cerai gugat, sedangkan cerai talak hanya 732 perkara. Perkara yang bisa diputus sebanyak 2.836, terdiri dari cerai gugat 2.203 dan cerai talak 633. Sehingga masih tersisa 210 perkara yang belum diselesaikan hingga saat ini.

Menurutnya dari jumlah tersebut rata-rata yang melakukan perceraian merupakan usia produktif. Berdasarkan data tersebut cerai gugat menduduki posisi pertama, artinya kasus persidangan banyak diajukan oleh pihak perempuan.

“Gugat cerai ini diajukan karena pihak perempuan merasa dirugikan. Kasusnya penyebabnya beragam, mulai dari ekonomi dan pendapatan yang berkurang hingga perselingkuhan,” katanya.

Setiap harinya kantor Pengadilan Agama yang ada di jalan Nurcholish Majid Jombang terpantau tidak pernah sepi. Meskipun pandemi jumlah kunjungan selalu ramai. Seperti yang terpantau Kamis, 21 Januari 2021 ini antrean tampak di ruang belakang kantor pengadilan. Sejak pagi mereka menunggu giliran sidang perceraian yang sudah di daftarkannya.

Dulloh menyebut mayoritas yang memenuhi ruang tunggu para pemohon yang masuk katagori usia produktif. Mereka menunggu proses sidang sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Selama pandemi ini PA mengaku memiliki jam padat menjalani proses persidangan. Pasalnya jika dibandingkan jumlah kasus dengan jumlah hakim yang hanya lima orang jelas cukup menyita waktu. Setiap harinya para hakim menyidangkan 15 sampai 25 kasus perceraian yang sudah diajukan. “Iya agak banyak dari volume perkaranya jika dibandingkan dengan jumlah hakim yang ada,” akunya.

Sementara itu, Nita Salsabila salah satu peserta sidang mengaku sudah sejak pukul 07.00 pagi mendatangi kantor Pengadilan Agama Kabupaten Jombang. Dirinya akan mengikuti persidangan yang sudah di daftrkan.

Berdasarkan pengakuannya Nita merasa dirugikan dengan prilaku suaminya. Selama pandemi penghasilannya menurun. Setelah di telisik ternyata suaminya memiliki pihak ketiga yang diduga memicu dirinya tidak terima. “Sudah sejak pukul tujuh pagi menunggu jadwal sidang,” ujarnya.

Kondisi pandemi ini memang menyulitkan kehidupan ekonomi keluarganya. Sayangnya karena kondisi sudah tidak memungkinkan dirinya akhirnya mengajukan cerai gugat ke suaminya.

Penulis : Syailendra
Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Janda di jombangPa Jombang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Penukaran uang baru Lebaran 2026 di layanan BI

Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftar Online

Perempuan di Trenggalek melaporkan mertuanya ke polisi atas dugaan penganiayaan

Viral Menantu Polisikan Mertua di Trenggalek, Korban Minta Kasus Tetap Diproses Hukum

Ilustrasi suasana gelap dengan angka 13 dan tulisan Friday yang merepresentasikan takhayul Friday 13

Takhayul Friday 13: Kenapa Banyak Orang Menunda Bisnis dan Perjalanan di Tanggal Ini?

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In