• Login
Bacaini.id
Friday, March 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Cerita Gus Dur Kritik Warga Nahdliyin: Mulai Kapan NU Ingat Bupati?

ditulis oleh Editor
17 March 2025 22:39
Durasi baca: 2 menit
Almarhum Gus Dur. Foto: istimewa

Almarhum Gus Dur. Foto: istimewa

Bacaini.ID, KEDIRI – KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengeritik warga nahdliyin yang menurutnya mulai lupa dengan apa yang menjadi faktor barokah.

Gus Dur melontarkan kritiknya saat berpidato di acara pembukaan Muktamar NU ke-30 di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur 21 Desember 1999.

“Ini orang NU sudah mulai lupa faktor barokah ini,” kata Gus Dur di depan para muktamirin.

Muktamar NU ke-30 di Ponpes Lirboyo Kediri diketahui jadi perhelatan paling akbar di sepanjang sejarah perjalanan jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Gus Dur yang baru saja terpilih sebagai Presiden RI ke-4 membuka langsung Muktamar NU ke-30.

Hadir Wakil Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Amien Rais, Wakil Ketua MPR Mathori Abdul Jalil, Ketua DPR Akbar Tanjung dan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar.

Muktamar NU ke-30 juga menarik perhatian sejumlah pengamat asing, di antaranya dari Jepang, Amerika Serikat dan Perancis.

“Saya paling sedih waktu jadi mubaligh dulu. Itu kalau dijemput orang di lapangan terbang atau di stasiun,” lanjut Gus Dur.

“Mesti jawabnya mesti ketua panitianya, kadang-kadang Ketua Cabangnya mengatakan kepada saya. Alhamdulillah pak, hubungan kita dengan Pak Bupati bagus sekali”.

“Mulai kapan NU ingat bupati dan lupa kepada Allah Subhanahu wa taala,” kata Gus Dur disambut riuh tawa muktamirin.

Kendati demikian, sebagai ketua NU kata Gus Dur dirinya memilih diam dan tertawa, meski dalam hati menangis menyaksikan itu.

“Lupakan itu semua, silahkan membangun kembali bangsa ini dari bawah, dengan keluguan, kelugasan, dan kesederhanaan nahdlatul ulama. Hanyalah dengan cara demikian kita bisa menyelamatkan bangsa kita yang terancam dalam segenap segi kehidupannya sekarang ini,” pesan Gus Dur.

Muktamar NU ke-30 di Ponpes Lirboyo Kediri diketahui menghasilkan keputusan KH Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Sahal Mahfudz sebagai Rois Am.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupatigus durKH Abdurrahman WahidLirboyomuktamar NUnahdliyinNU
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Mengenang Gus Im Adik Gus Dur: Excuse Me While I Kiss The Sky - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pidato Soekarno di Kongres Muhammadiyah 1965 terkait ambisi nuklir Indonesia

Fantasi Nuklir Soekarno di Kongres Muhammadiyah 1965: Ambisi Bom Atom yang Tak Terwujud

Ilustrasi kue nastar. Foto: istimewa

Nastar Menjadi Kue Lebaran Paling Dicari di 2026

Ilustrasi jalan tol. Foto: PT Jasa Marga

Perkiraan Tarif Tol di Jawa Timur untuk Kendaraan Golongan I

  • Ilustrasi seseorang mengirim ucapan Idul Fitri 2026 melalui WhatsApp di ponsel

    Daftar Ucapan Idul Fitri 2026 Paling Lengkap dan Tinggal Copas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In