Bacaini.ID, KEDIRI – Centil Era atau Centil Core kini menjadi salah satu tren gaya hidup digital paling banyak diperbincangkan sekaligus merajai algoritma media sosial. Istilah yang dulu bernuansa negatif kini berubah menjadi simbol kebebasan berekspresi, fashion penuh warna, dan perayaan self love yang banyak diadopsi generasi muda, khususnya Gen Z. Salah satu ‘tokoh centil’ yang jadi rujukan adalah Naykilla, penyanyi hip-dut yang sedang populer.
BACA JUGA: Daftar Gaya Kepemimpinan Lama yang Tak Disukai Gen Z
Gaya berpakaian era 80-90an dengan pilihan warna playful, tak lagi monokrom seperti beberapa tahun ke belakang, kembali menjadi tren. Juga ditambah dengan pemakaian make up yang menolak natural. Bukan sekadar lelucon atau tren musiman biasa, fenomena ini telah menjelma menjadi panggung ekspresi diri yang merayakan sisi feminin, keunikan personal, dan yang terpenting: kebebasan untuk mencintai diri sendiri tanpa rasa takut dihakimi.
Mengapa Centil Kini Tidak Lagi Bermakna Negatif?
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘centil’ secara historis merujuk pada perilaku seseorang, khususnya perempuan, yang suka bergaya agar terlihat menarik di mata orang lain. Dalam masyarakat tradisional, kata ini kerap kali digunakan sebagai bentuk sensor sosial atau penilaian subjektif yang membatasi seorang perempuan seharusnya bertingkah laku.
BACA JUGA: Apa itu Tren JOMO? Cara Gen Z Mengatasi Kelelahan Digital
Namun era digital telah mengubah segalanya. Generasi muda saat ini melakukan proses yang disebut sebagai ‘reclaiming the narrative’: merebut kembali makna kata tersebut dan memberikannya bentuk yang positif. Centil bukan tentang mencari validasi dari orang lain, melainkan sebuah bentuk perayaan atas kebahagiaan kecil, warna-warna ceria, dan rasa nyaman terhadap diri sendiri.
Sebagian besar pengikut tren ini merupakan perempuan usia produktif yang ingin melepaskan diri dari tuntutan standar kecantikan konvensional yang kaku, dingin, dan mengintimidasi.
Ciri Khas Gaya Centil Core yang Sedang Viral
Bagaimana cara seseorang mengekspresikan ‘Centil Era’ mereka dalam kehidupan sehari-hari? Tren ini tidak hanya hidup di dalam video berdurasi 60 detik di media sosial, namun juga merambah langsung ke ranah mode, estetika personal, hingga produk kecantikan.
Eksplorasi Fesyen yang Playful dan Girly
Gaya busana dalam Centil Core sangat lekat dengan elemen-elemen yang manis, menggemaskan, dan penuh warna. Beberapa elemen utamanya meliputi detail pita dan ruffle. Sentuhan pita di rambut, kerah baju, atau tas memberikan kesan feminin yang lembut.
Sementara itu, aksesori yang seringkali dipakai adalah yang bersifat espresif. Mulai dari gantungan kunci berbulu (bag charm), casing ponsel yang ramai dengan manik-manik, kutek kuku berwarna cerah hingga eksplorasi make up yang girly artistik seperti menggunakan eyeshadow warna cerah, sentuhan glitter, serta bulu mata yang lentik.
Meromantisasi Keseharian (Romantizing Life)
Aspek paling kuat dari tren ini adalah bagaimana seseorang memperlakukan hidupnya layaknya sebuah film pendek yang estetik. Memakai masker wajah sambil menyeduh teh hangat, mengoleksi parfum dengan wangi manis yang meningkatkan suasana hati (mood booster), hingga menata meja kerja dengan pernak-pernik lucu adalah bagian dari ritual harian dalam Centil Era.
Meskipun menggunakan kata dasar yang identik dengan perempuan, Centik Core ini juga diadopsi oleh berbagai kalangan, termasuk laki-laki urban yang ingin mengeksplorasi gaya berpakaian yang lebih ekspresif, rapi, dan keluar dari pakem maskulinitas toksik yang kaku.
Menurut para psikolog sosial, merayakan sisi kekanak-kanakan atau inner child yang menyukai hal-hal estetik dan menyenangkan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental. Ketika seseorang berhenti mengkhawatirkan penilaian orang lain dan fokus pada apa yang membuat mereka tersenyum, tingkat stres akan menurun drastis.
Centil Era mengajarkan bahwa kedewasaan tidak harus selalu terlihat kaku, serius, dan membosankan. Menjadi dewasa juga berarti memiliki kebebasan finansial dan emosional untuk memanjakan diri sendiri dengan hal-hal kecil yang membawa kegembiraan murni.
Dengan pertumbuhan komunitas digital yang masif, Centil Era atau Centil Core ini diprediksi bukan sekadar tren kilat yang akan hilang dalam hitungan bulan. Ia telah berakar menjadi bagian dari subkultur pop-modern di mana kebebasan berekspresi dihargai tinggi.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Dirjen Imigrasi Cekal WNA Penyelenggara Bali Silent Disco dan artikel lainnya di rubrik BACAGAYA




