• Login
Bacaini.id
Saturday, July 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Menjadi Astronot NASA Bukan Mimpi Siang Bolong, Ini Cara yang Jarang Diketahui

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
11 July 2026 11:27
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi astronot NASA mengenakan pakaian antariksa saat menjalani pelatihan menuju misi luar angkasa

Ilustrasi astronot NASA yang menjalani pelatihan intensif sebelum ditugaskan dalam misi luar angkasa (foto/magnific)

Poin Penting:

  • Lebih dari 18.000 pelamar bersaing untuk menjadi astronot NASA dengan persyaratan akademik, fisik, dan teknis yang sangat ketat
  • Kandidat wajib memiliki gelar STEM, pengalaman profesional minimal tiga tahun atau 1.000 jam terbang sebagai pilot jet
  • Astronot terpilih masih harus menjalani pelatihan intensif selama dua tahun dan belum tentu langsung mendapat kesempatan terbang ke luar angkasa

Bacaini.ID, KEDIRI – Menjadi astronot NASA merupakan impian banyak orang. 18.000 orang lebih melamar di setiap momen pendaftaran, dan berusaha mengikuti ketentuan kualifikasi oleh badan antariksa Amerika Serikat yang diketahui di atas standar profesional konvensional.

BACA JUGA: Aurora Muncul di Berbagai Negara, Ini Penjelasan Ilmiah Badai Matahari Januari 2026

Sebagai syarat dasar setiap pendaftar wajib memiliki gelar sarjana di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika) serta pengalaman kerja profesional minimal tiga tahun atau jam terbang sebagai pilot jet tempur, meski catatan akademis impresif tersebut hanyalah langkah awal.

NASA secara konsisten mencari kandidat yang memiliki keterampilan multidisiplin, mulai dari sertifikasi menyelam (scuba diving), pelatihan bertahan hidup di alam liar, hingga penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Rusia yang krusial untuk operasional di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Perjalanan sesungguhnya baru dimulai ketika seseorang terpilih. Para kandidat harus siap meninggalkan karier yang mapan untuk menjalani pelatihan dasar selama dua tahun. Fokus utama pelatihan ini mencakup simulasi spacewalk, pengoperasian robotika canggih, hingga koordinasi misi di pusat kontrol.

Fakta menunjukkan bahwa mayoritas waktu seorang astronot dihabiskan untuk pelatihan intensif dan peran teknis di darat, menegaskan bahwa misi di luar angkasa adalah puncak dari kerja keras kolektif yang berlangsung bertahun-tahun sebelum peluncuran dilakukan.

Mengapa Menjadi Astronot NASA Sangat Sulit?

Menjadi astronot membutuhkan dedikasi tinggi dan komitmen yang sangat besar. Para kandidat, yang umumnya terpilih saat berusia 30-an atau 40-an tahun, biasanya rela meninggalkan karier bergengsi demi kesempatan menjadi astronot, memulai kembali segalanya dari dasar. Masa pelatihan menuntut jam kerja yang panjang serta perjalanan dinas yang padat.

Selain itu, tidak ada jaminan pasti bahwa mereka akan benar-benar terbang ke luar angkasa. Meskipun demikian, menjadi astronot merupakan mimpi banyak orang. Menurut laporan Space, lebih dari 18.000 warga Amerika bersaing dalam tahap seleksi astronot NASA kali ini yang telah diumumkan pada Juni lalu. Mereka dijadwalkan mulai menjalani pelatihan dasar pada bulan Agustus.

NASA memiliki persyaratan ketat untuk menjadi astronot. Pekerjaan ini tidak hanya menuntut kondisi fisik yang prima, namun juga keterampilan teknis untuk melaksanakan tugas-tugas sulit di dalam pesawat antariksa atau stasiun luar angkasa yang jauh dari Bumi. Persyaratan dasar badan antariksa ini meliputi gelar sarjana di bidang teknik, ilmu biologi, ilmu fisika, ilmu komputer, atau matematika, yang diikuti dengan pengalaman profesional selama tiga tahun (atau 1.000 jam terbang sebagai pilot utama pesawat jet).

Para kandidat juga harus lulus pemeriksaan kesehatan fisik astronot NASA. Namun, terdapat banyak keterampilan lain yang dapat menjadi nilai tambah dalam proses seleksi, seperti kemampuan menyelam (scuba diving), pengalaman berkegiatan di alam bebas, pengalaman kepemimpinan, serta kemahiran berbahasa asing, terutama bahasa Rusia yang kini wajib dipelajari oleh semua astronot.

Sejarah Rekrutmen Astronot NASA dari Masa ke Masa

NASA merekrut astronot sejak tahun 1959 yang berjumlah tujuh orang untuk program Mercury mereka, dan ini menjadi angkatan pertama astronot NASA. Dan angakatan tahun ini merupakan angkatan ke-22. Angkatan-angkatan awal astronot sebagian besar berasal dari kalangan militer, khususnya pilot uji coba. Namun, seiring berkembangnya program NASA, kebutuhan beragam keahlian menjadi semakin meningkat.

Beberapa angkatan astronot NASA yang menjadi ‘sejarah’ perkembangan dunia astronot NASA diantaranya angkatan keempat pada tahun 1969 yang dikenal sebagai ‘The Scientist’. Angkatan ini memasukkan ahli geologi, Harrison J. Smith, dalam proyek Apollo 17. Angkatan kedelapan astronot NASA di tahun 1978 juga menciptakan sejarah dengan memasukkan kandidat beragam, termasuk mengizinkan perempuan ikut seleksi, orang keturunan Afrika-Amerika dan Asia-Amerika.

Angkatan ke-16 di tahun 1996 menjadi angkatan terbesar dengan terpilihnya 44 orang untuk ditugaskan dalam pembangunan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Angkatan ke-21 di tahun 2013 menjadi sejarah sebagai angkatan pertama yang memiliki pembagian gender seimbang, 50:50.  

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

BACA JUGA: Sutan Sjahrir: Tentara Kuat Penting, Tapi Jangan Terjebak Fasisme dan artikel lainnya di rubrik TEKNO & SAINS

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: astronotastronot nasabacainiluar angkasaNasaSTEM
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (kanan) dan suaminya yang merupakan Bupati sebelumnya. Foto: istimewa

Modus Korupsi Bupati Sukoharjo Sangat Licik, Berlangsung Sejak Kepemimpinan Suaminya

Febrie Adriansyah

Hormati Penyelidikan Polisi, Febrie Adriansyah Mundur Sebagai Jampidsus

Ilustrasi astronot NASA mengenakan pakaian antariksa saat menjalani pelatihan menuju misi luar angkasa

Menjadi Astronot NASA Bukan Mimpi Siang Bolong, Ini Cara yang Jarang Diketahui

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In